Sabtu, 20 Oktober 2012

Taati Instruksi Jokowi, Dinas PU Bersihkan Saluran Air Penuh Sampah

Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta harus bekerja ekstra membersihkan saluran air di bahu jalan. Sampah menumpuk yang menghambat aliran air diangkut agar tidak terjadi genangan air ke lajur jalan raya.

Berdasarkan foto-foto yang dikirimkan Dinas PU ke detikcom, tampak petugas tampak membersihkan saluran air penghubung di Jalan Al Kamal, Kedoya, Kebon Jeruk, Pademangan, Kembangan, Kalijati Pondok Labu, Utan Kayu Selatan, saluran air di Cawang dan Kramat Jati.

Kepala Dinas PU, Ery Basworo mengatakan pembersihan saluran air rutin dilakukan. Namun khusus di Pademangan Timur, Ery mengaku mendapat instruksi langsung dari gubernur baru Joko Widodo saat melakukan inspeksi mendadak, Selasa (16/10) lalu.

"Kita kerja terus menerus. Kebetulan Pak Gubernur memberi instruksi di suatu tempat (Pademangan Timur), jadi kita arahkan di tempat tersebut. Sementara di tempat-tempat lain jalan terus," kata Ery kepada detikcom, Sabtu (20/10/2012).

Untuk memastikan pengerjaan pembersihan dilakukan, Ery mengaku rutin menerima laporan dari sejumlah grup di layanan BlackBerry Messenger yang sengaja dibuat untuk koordinasi pekerjaan. "Untuk melaporkan kemajuan pengerjaan seperti pemeliharaan jalan, pemeliharaan SDA, sudin-sudin tata air," terangnya

Minggu Pagi, Jakarta Disambut Tawuran di Berbagai Titik

Menjelang Minggu pagi, beberapa titik di ibukota dipenuhi tawuran antar warga. Pantauan detikcom pada twitter TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, lima tawuran warga terjadi dari 00.00 WIB hingga pukul 04.42 WIB.

Tawuran antar pemuda di kawasan Kota Tua pecah dini hari tadi. Tawuran ini terjadi pukul 00.36 WIB. Kemudian, tawuran antar pemuda di Jl Gatot Subroto, wilayah Tegal Parang, Mampang Prapatan yang terjadi pukul 01.22 WIB.

Tawuran antar pemuda juga terjadi di dekat Mal Gandaria City, Jl KH Syafi'i Hazam. Tawuran dimulai pukul 01.50 WIB. Selanjutnya, tawuran terjadi di depan Mal Citra, Klender, Jakarta Timur. Tawuran yang terjadi pukul 04.41 WIB pagi ini dilakukan anak-anak remaja.

Terakhir, pukul 04.42 WIB juga terjadi tawuran remaja tanggung terjadi di dekat Bintaro Plaza. Pihak Kepolisian setempat telah menangani tawuran ini dan menghimbau agar masyarakat untuk berhati-hati melintasi wilayah-wilayah tersebut.

Kamis, 11 Oktober 2012

RIM: Indonesia Tak Perlu Server dan Pabrik BlackBerry

CEO Research in Motion (RIM) Thorsten Heins beserta jajaran petingginya tengah berkunjung ke Indonesia. Misinya cuma memperkenalkan platform BB 10, tak ada agenda untuk membicarakan pembangunan server data center dan pabrik BlackBerry.

"Server tak begitu dibutuhkan. Kami punya jaringan global, tak perlu untuk menempatkan server di sini. Yang perlu kami pastikan, layanan tetap berjalan baik dalam hal kualitas dan kapasitas," kata Hastings Singh, Managing Director RIM South Asia, di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (11/10/2012).

Pun begitu dengan pabrik handset BlackBerry, RIM menegaskan tak punya rencana untuk membangunnya di Indonesia meskipun negara ini diakuinya sebagai salah satu aset penting bagi kelangsungan bisnis perusahaan asal Kanada tersebut.

"Indonesia very close to the top in terms of importancy. Jika dilihat dari jumlah subscriber, pertumbuhannya pesat. Namun kami tak punya rencana untuk bangun pabrik di sini," kata Frank Boulben, Chief Marketing Officer RIM.

Dipaparkan oleh Hasting, pihaknya lebih memilih Malaysia sebagai basis pembuatan handset BlackBerry untuk pasar Asia karena sejumlah pertimbangan.

"Kami bisa mengerti kekecewaan kalian kenapa kami memilih Malaysia untuk basis produksi. Ini sensitif, tapi ini keputusan global untuk memilih tempat manufakturing. Kami hanya ingin memastikan ketersediaan tetap terjaga," katanya.

Hasting juga menegaskan, sebagai produsen handset dan penyedia jaringan layanan end-to-end, RIM tak serta merta harus membangun pabriknya sendiri.

"Apple dan produsen handset lainnya juga tidak bangun pabrik sendiri. Kami dan mereka juga bekerja sama dengan pihak ketiga. Fokus kami hanya ingin memastikan bisa mengantarkan produk terbaik. Investasi kami banyak dilakukan untuk inovasi saja," pungkasnya.

Yulia Rachman Minta Demian Tak Takut Hadiri Sidang Cerai

Kasus gugatan cerai Yulia Rachman sampai saat ini masih bergulir di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Salah satu penyebab berlarut-larutnya sidang karena Demian sebagai tergugat tak pernah menghadiri sidang.

Oleh karenanya, Yulia berharap Demian bisa datang ke persidangan agar proses perceraian bisa lebih cepat selesai. Ia meminta agar Demian tak takut mengikuti sidang.

"Ayolah datang, nggak usah takut nggak akan diapa-apain kok," sindir Yulia saat ditemui usai sidang di PA Jaksel, Kamis (11/10/2012).

Yulia merasa terganggu dengan lamanya proses perceraiannya. Apalagi saat ini anaknya, Kiandra sudah mengetahui perceraian kedua orangtuanya.

"Kasian sama Kiandra yang tadinya nggak tahu masalah ini jadi tahu," sesalnya.

Wakapolri: Polri Ingin Usut Tuntas Kasus Novel karena Tanggung Jawab

Wakapolri Komjen Pol Nanan Sukarna menjelaskan alasan pihak kepolisian untuk tetap memproses dugaan penganiayaan yang dilakukan Novel Baswedan. Salah satu alasannya rasa tanggung jawab kepolisian karena ada korban yang ditembak, walau terjadi pada 2004 lalu.

"Kepolsiian ingin mengusut tuntas karena itu menjadi tanggung jawab," kata Nanan usai diskusi tentang Komisi Kejaksaan di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Kamis (11/10/2012).

Nanan menuturkan, apa yang disampaikan Presiden SBY soal penyidikan kasus Novel sebatas pada agar pengusutannya tidak mengganggu kasus korlantas. Novel memang penyidik yang mengungkap dugaan korupsi di Korlantas.

"Ya kita lihat lagi, tapi masalahnya ada yang ditembak dan meninggal. Dan ada peluru yang bersarang di kaki," terang Nanan.

Lebih lanjut, Nanan menjelaskan, untuk pengusutan kasus ini juga sudah bergerak tim penyelidik dari lembaga lain. "Kemarin ada dari Kompolnas dan Kontras," jelasnya.

Pada Jumat (5/10) malam sejumlah penyidik Polda Bengkulu dan Polda Metro Jaya mendatangi KPK. Mereka hendak menangkap Novel atas dugaan penganiayaan pada pencuri sarang burung walet sekitar tahun 2004. Novel saat itu menjadi Kasat Reskrim di salah satu Polres di Bengkulu.

Sakit Hati, Alasan Syahrini Putus dengan Bubu

Kisah asmara Syahrini dan Raja Mohamad Syazni alias Bubu akhirnya kandas. Berakhirnya kisah mereka diketahui karena Syahrini sakit hati pada Bubu. Duh, kenapa?

Pemberitaan negatif seputar Bubu yang merebak belakangan membuat pelantun 'Kau yang Memilih Aku' itu sakit hati. Bubu memang sempat diterpa kabar tak sedap mulai dari identitasnya hingga foto mesranya dengan cewek lain pada Juli lalu.

"Dia (Syahrini) sakit hati juga karena nggak bener mulu berita soal Bubu," ungkap seorang sumber yang dekat dengan Syahrini, Kamis (11/10/2012).

Tak hanya sakit hati, perempuan asal Sukabumi itu juga mengaku jengah dan bosan dengan perilaku Bubu. Sang sumber menuturkan, Bubu telalu banyak berkelakuan negatif selama pacara dengan Syahrini.

"Menurut kabar mereka itu putus karena Syahrini udah jengah dan bosen, karena Bubu terlalu banyak negatifnya setelah pacaran," ungkap sumber tersebut.

Putusnya hubungan mereka disampaikan langsung oleh adik Syahrini, Aisyahrani. "Iya, mereka sudah putus," ujar Rani via ponselnya, Kamis (11/10/2012).

Rosa Pernah Minta Angie Bongkar Keterlibatan Anas

Percakapan antara Mindo Rosalina Manulang dan Angelina Sondakh di persidangan cukup mengejutkan. Dari percakapan keduanya itu, terkuak bahwa Rosa pernah meminta Angie untuk membongkar keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Hal tersebut terungkap ketika Angie bertanya kepada Rosa, seputar pertemuan keduanya di rutan Pondok Bambu pada Desember 2011. Saat itu Angie menjenguk Rosa yang sedang ditahan di rutan Pondok Bambu.

"Apakah ibu Rosa masih ingat ibu bilang kepada saya, kalau mau selamat lebih baik bicara soal Anas," tanya Angie kepada Rosa di pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Jaksel, Kamis (11/10/2012).

"Iya," jawab Rosa.

Lalu pembicaraan itu disela oleh ketua Majelis Hakim Sujatmiko. Pemimpin sidang menanyakan apa maksud pertanyaan Angie itu.

Lalu Angie menjelaskan bahwa saat pertemuan itu, dirinya baru saja bertemu dengan Anas. Lalu Rosa, menurut Angie, tiba-tiba meminta kepadanya untuk menyebut nama Anas.

"Bahkan saksi (Rosa) bilang 'bikin pres conference saja, nanti saya siapkan bukti-buktinya," ujar Angie menirukan Rosa.

Dan ketika dikonfirmasi, Rosa membenarkan pernyataan Angie itu. Namun majelis hakim, jaksa maupun penasehat hukum sampai sidang usai tidak melakukan penelusuran lebih jauh mengenai apa maksud pertanyaan Rosa kepada Angie soal Anas itu.

Sedangkan Angie mengatakan dirinya tidak bisa membongkar keterlibatan Anas karena dia sama sekali tidak tahu menahu mengenai proyek wisma atlet.

"Saya wisma atlet saja tidak tahu. Bagaimana mungkin saya menyebut nama Anas, saya tidak punya dasar," ujar Angie.

Sabtu, 06 Oktober 2012

Polri Tepis Ada 'Penyerbuan' ke KPK

Mabes Polri membantah keras adanya 'penyerbuan' ke KPK. Penyidik kepolisian yang datang ke KPK guna melakukan langkah hukum. Yang datang ke KPK, penyidik Polda Bengkulu dan Polda Metro Jaya untuk diperbantukan.

"Yang datang ke KPK penyidik Polda Bengkulu ditemani penyidik Polda Metro Jaya," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Aliyus dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Sabtu (6/10/2012).

Kedatangan penyidik Polri ke KPK pun sama sekali bukan terkait urusan 5 penyidik yang belum kembali ke Polri. "Tidak ada kaitan dengan 5 penyidik yang belum kembali," jelasnya.

Sedang Direskrim Polda Bengkulu Kombes Dedi Irianto yang datang ke KPK dan hendak menjemput Novel terkait dugaan penganiayaan atas pencuri sarang burung walet pada 2004 lalu menjelaskan, pihaknya datang dengan baik-baik ke KPK.

"Kami datang dari Bengkulu bertiga, para penyidik. Ke Polda Metro dan meminta bantuan POM. Kami datang ke KPK karena ada kasus itu di Bengkulu, yang kebetulan yang bersangkutan berada di KPK, jadi kami datang," jelas Dedi yang datang pukul 19.30 WIB, Jumat (5/10) ke KPK.

Di KPK, lanjut Dedi, pihaknya ingin koordinasi sesuai etika institusi Polri. "Bukan liar, saya tetap koordinasi. Kami baik-baik datang ke sana, kami diperlakukan sebagai tamu dan bukan penyidik," jelas Dedi.

Menunggu 2 jam, dia diminta datang ke ruang jumpa pers KPK. Sebelumnya, Dedi sudah mengontak pimpinan KPK Zulkarnaen. "Tapi yang datang kemudian pegiat KPK dan wartawan," tutur Dedi.

Presiden SBY Harus Turun Tangan Tengahi Konflik KPK-Polri

Konflik KPK dan Polri memasuki babak baru, yakni pejemputan penyidik KPK secara paksa oleh anggota Polri. Hal ini dinilai berpotensi kuat menganggu upaya pemberantasan korupsi, sehingga Presiden SBY harus turun tangan.

Anggota DPD dari Sumatera Selatan, Abdul Aziz, menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga harus turun langsung untuk menengahi.

"Hal seperti ini tidak sehat bagi bangsa ke depannya. Kita harus dukung gerakan pemberantasan korupsi sepenuhnya, presiden harus turun tangan," kata Abdul yang hadir di kantor KPK, Sabtu (6/10/2012) pagi.

Aziz juga menilai situasi antara dua penegak hukum yakni KPK dan Polri, butuh penjelasan dari Timur Pradopo secepatnya. Timur merupakan pucuk pimpinan kepolisian, sehingga dia harus bertanggung jawab.

"Penjelasan pak Timur diperlukan," paparnya.

Di tempat yang sama, anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat menyatakan akan segera berkomunikasi dengan Kapolri Jenderal Timur Pradopo. Hal itu dilakukan sesuai dengan fungsi pengawas yang dimiliki komisinya.

"Saya akan melakukan apa yang menjadi tugas saya. Saya akan mencoba untuk menelepon bapak Kapolri," kata Martin

Lebih jauh, kata Martin, upaya tersebut dilakukan, guna mencegah kejadian yang melanda KPK saat ini tidak berulang ke depannya. "Kita akan lakukan sebisa kita," kata dia.

Muhaimin Minta 13 Atnaker di Luar Negeri Optimalkan Pelayanan TKI

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar memberikan instruksi kepada atase-atase tenaga kerja (Atnaker) agar mengoptimalkan aspek perlindungan dan pelayanan bagi TKI serta membantu mempercepat penyelesaian kasus-kasus hukum yang menimpa TKI di luar negeri.

"Sikap proaktif dari Atnaker di negara-negara penempatan dibutuhkan dalam penanganan penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri," kata Muhaimin Iskandar dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Minggu (7/10/2012).

Muhaimin menyampaikan hal itu dalam Rapat Koordinasi Forum Komuniasi Atase Ketenagakerjaan di Seoul, Korea Selatan, Sabtu (6/10).

Hadir dalam kesempatan ini Duta Besar RI untuk Korea Selatan John A Prasetio , Sekjen Kemnakertrans Mucthtar Luthfie dan Dirjen Binapenta Kemnakertrans Reyna Usman serta narasumber pembicara dari Bappenas, Kemenlu dan Kementerian Keuangan.

Muhaimin mengatakan keberadaan dan peranan atase ketenagakerjaan itu sangat penting karena mereka bertugas untuk membantu menyelesaikan berbagai macam permasalahan yang dihadapi TKI di luar negeri.

“Fungsi perlindungan dan pelayanan bagi TKI harus terus ditingkatkan agar berbagai pemasalahan yang dihadapi TKI TKI seperti gaji tidak dibayar, kecelakaan kerja, kontrak kerja tidak sesuai, pemulangan TKI, penganiayaan dan banyak hal lainnya dapat teratasi dengan segera,” kata Muhaimin.

Muhaimin mengatakan atase ketenagakerjaan mempunyai tugas pelayanan tenaga kerja yang diantaranya perlindungan TKI, pendataan TKI di negara penempatan, pemantauan keberadaan TKI, penilaian terhadap mitra usaha atau agen dalam pengurusan dokumen TKI, upaya advokasi TKI, legalisasi perjanjian atau kontrak kerja serta pembinaan TKI yang telah ditempatkan.

Muhaimin mengungkapkan selama ini sebagian permasalahan TKI diakibatkan antara lain dalah rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan, baik keterampilan berkomunikasi maupun keterampilan kerja sesuai jenis pekerjaannya.

“Oleh karena itu, proses persiapan keberangkatan di dalam negeri harus dilakukan dengan baik sehingga para calon TKI yang hendak bekerja di luar negeri benar-benar siap untuk bekerja secara profesional,”kata Muhaimin.


Saat ini, pemerintah Indonesia memiliki 13 atase tenaga kerja di Negara-negara penempatan yaitu Hongkong, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Brunei Darussalam, Arab Saudi (Riyadh dan Jeddah), Kuwait ,Qatar,Persatuan Emirat Arab (UEA), Taiwan, Syria dan Yordania.

Kasus Novel, Pakar Hukum: Mengangkat Kasus 8 Tahun Lalu Itu Sah-Sah Saja

Guru besar Fakultas Hukum Universitas Padjajadjaran, Gede Pantja Astawa, menilai langkah Polri dengan mengangkat kasus 8 tahun lalu untuk menangkap Novel Baswedan merupakan hal yang sah-sah saja. Karena menurutnya, kasus tersebut belumlah dinilai kasus yang kedaluwarsa.

"Ya, sekarang kalau kembali kepada wewenang institusi kalau di sini yang dimaksud Polri pasti menimbulkan pertanyaan dengan mengangkat kasus yang 8 tahun lalu, namun itu sah-sah saja," kata Gede Pantja saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (6/10/2012) malam.

Menurut Pantja, sebuah kasus baru akan dinilai sudah kedaluwarsa jika sudah lebih dari 30 tahun. Jadi jika selama waktu tersebut belum ada titik terang dan korban sudah meninggal barulah kasus tersebut tidak bisa diproses kembali.

"Polisi jadi masih bisa untuk menyelesaikan. Lain hal jika pelaku kejahatan meninggal itu baru tidak bisa dilanjutkan," ujar Pantja.

Pakar Hukum Acara Pidana UI, Andi Hamzah juga mengatakan bahwa mengangkat kasus yang sudah bertahun-tahun lalu itu tidak masalah diproses kembali. Namun permasalahannya, kenapa harus sekarang baru diproses.

"Memang kasus 8 tahun lalu belum kedaluwarsa, cuma kenapa dari dulu tidak diungkit, kenapa sekarang," kata Andi.

Andi menambahkan persoalan ini memang terlihat janggal. Namun, kita juga harus tahu dan mengerti dulu pasal apa yang dilanggar oleh Novel.

"Janggal. Namun kita harus lihat pasal apa yang dilanggar," ujarnya.

Seperti yang diketahui polemik KPK vs Polri kembali memanas karena Jumat (5/10) kemarin, belasan polisi dari Polda Bengkulu mendatangi Gedung KPK. Targetnya cuma satu, menangkap penyidik KPK, Kompol Novel Baswedan untuk dijerat kasus penganiayaan berat di tahun 2004.

Novel akhirnya tidak jadi dibawa polisi. Pimpinan KPK pun tegas-tegas sudah menyatakan pasang badan untuk membantu Novel. Sedang Polri yakin kalau Novel bersalah melakukan dugaan pidana pada 2004 lalu atas kasus penembakan pada tersangka kasus pencurian sarang burung walet.

Keluarga Berharap Mabes Polri Berlaku Adil Terhadap Kompol Novel

Pihak keluarga Kompol Novel Baswedan, penyidik KPK yang akan ditangkap polisi menyatakan kekecewaan atas peristiwa yang terjadi di kantor KPK, Jumat (5/10) malam lalu. Keluarga berharap pihak Mabes Polri dapat bersikap bijak terhadap anggotanya yang telah mengabdi cukup lama tersebut.

"Iya kami sangat kecewa karena kita keluarga polisi, tapi diperlakukan seperti itu. Seharusnya tidak dengan cara seperti itu. Katanya harus pakai etika, tapi ini tidak beretika," ujar kakak Novel, Taufik Baswedan kepada detikcom, Sabtu (6/10/2012) malam.

Menurut Taufik, jika memang adiknya bersalah, seharusnya sudah sejak dulu memproses hukum Novel. Upaya penangkapan yang dilakukan Polri saat ini di tengah kasus dugaan korupsi simulator SIM Korlantas Polri yang tengah disidik Novel, menurut Taufik, justru sangat menimbulkan pertanyaan dan kejanggalan.

Taufik berharap ke depan terjadi perbaikan dalam institusi Polri.

Hal senada juga dikatakan adik Novel, Hafidz Baswedan. Hafidz berharap Polri menghentikan kriminalisasi terhadap Novel.

"Harapan keluarga Insya Allah para pemimpin polisi diberi hidayah oleh Allah, bertobat dan mempertanggung jawabkan tindakannya di dunia sebelum terlambat, stop kriminalisasi dan minta maaf, pemberantasan korupsi jangan sampai redup walaupun sesaat, kepedulian pemerintah terhadap kasus ini harus ditingkatkan & seharusnya menjadi perhatian penting dan kepada masyarakat Indonesia pada umumnya kami ucapkan trimakasih sebesar-besarnya atas dukungannya," kata Hafidz dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Sabtu (6/10).

Belasan polisi dari Polda Bengkulu mendatangi kantor KPK di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (5/10) malam lalu. Kedatangan polisi hendak menangkap Kompol Novel Baswedan karena terlibat kasus penganiayaan berat tahun 2004 lalu di Bengkulu. Saat itu, Novel menjabat sebagai Kasat Reksrim Polda Bengkulu diduga melakukan penganiayaan terhadap enam pencuri sarang burung walet.

Direktur Kriminal Umum dari Polda Bengkulu, Kombes Pol Dedy Irianto menyebut bahwa dugaan penganiyaan yang dilakukan oleh Novel tergolong berat. Oleh karena itu, Novel dikenakan pasal 351 ayat 2 dan 3 KUHP tentang penganiayaan yang menimbulkan luka berat dan sampai meninggal dunia.

"Kasusnya adalah fakta Februari 2004, yang bersangkutan menjabat Kasat Serse menangkap 6 pencuri walet, dibawa ke kantor, sudah diinterograsi oleh yang bersangkutan dan dibawa ke pinggir pantai. Dua orang dibuatkan satu borgol. Kemudian ditembak dan satu orang meninggal di rumah sakit," terang Dedy, Jumat (5/10).

Namun hal tersebut kemudian dibantah oleh Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dalam jumpa pers Sabtu (6/10) dini hari. Bambang menegaskan, bahwa Novel tidak pernah melakukan perbuatan yang dituduhkan Polda Bengkulu, yakni menembak warga pada 2004.

"Untuk diketahui, saudara Novel yang dituduh melakukan penganiayaan, sesungguhnya tidak pernah ada di tempat kejadian sehingga dia tidak pernah melakukan," jelas Bambang.

Saat ini, Novel masih bertugas sebagai penyidik kasus pengadaan simulator SIM di Korlantas Polri. Kompol Novel bahkan sudah resmi menjadi penyidik tetap KPK.

Rabu, 03 Oktober 2012

Pembatalan Vonis Mati Produsen Narkoba Dinilai Kesalahan Besar MA

Ketua Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) Henry Yosodiningrat mengingatkan sindikat narkotika dan obat-obatan terlarang adalah jaringan yang kuat dan bisa masuk dalam semua wilayah, termasuk wilayah hukum.

Menurutnya, MA melakukan kesalahan besar dengan putusan Peninjauan Kembali (PK) yang membatalkan vonis mati bagi pemilik pabrik narkotika Hengky Gunawan alias Hanky.

"Saya tidak mengatakan bahwa ada campur tangan (pada vonis ini) tapi harus kita antisipasi harus, betul-betul berhati-hati bahwa kepanjangan sindikat narkoba sampai kemana-mana. Sindikat ini kejahatan yang teroganisir, kejahatan yang konsepsional dan sistematis," ujar Henry kepada wartawan, Rabu (3/10/2012).

Menurutnya dalam putusan PK biasanya tidak ada penurunan hukuman. Karena PK diajukan karena adanya kekeliruan yang nyata atau ada novum (bukti baru) yang tidak bisa dihadirkan pada pengadilan tingkat sebelumnya dan menjadi bukti penentu adanya kejahatan pelaku. Karena itu, vonis PK biasanya bukan mengurangi atau mempeberat hukuman, namun menyatakan pelaku bersalah atau tidak.

Dalam membutikan dakwaan, sepenunnya tergantung dari keyakinan hakim, sedangkan berat atau ringan hukuman tergantung rasa keadilan hakim.

"Hakim tidak hanya memperhatikan rasa keadilan dalam sudut pandang pelaku dalam menjatuhkan hukuman, namun juga dari prespektif korban dan keluarganya," tandas Henry.

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) membatalkan vonis mati bagi pemilik pabrik narkotika Hanky Gunawan alias Hanky dengan alasan hukuman tersebut bertentangan dengan konstitusi. Hangky adalah salah satu gembong narkoba di Surabaya yang dijatuhi hukuman mati oleh MA sendiri melalui kasasi.

Seperti diketahui, Kepala Humas Badan Narkotika Nasional (BNN), Kombes Pol Sumirat Dwiyanto mengatakan putusan MA ini seperti memberi angin segar pada anggota sindikat narkoba bahwa Indonesia adalah negara yang permisif terhadap kejahatan ini. Padahal sudah sedemikian banyak korban mati sia-sia karena barang ini.

Saat ini Indonesia merupakan pasar narkotika yang sangat besar, paling tidak saat ini ada 15 ribu ribu pengguna dengan pencandu sekitara 3,9 juta hingga 4,2 juta jiwa. Sedangkan nilai transaksinya sendiri mencapai Rp48 - Rp50 trilyun pertahun.

"Karena itu, hakim lain harus melihat vonis hukuman mati yang ada di UU Narkotika 35/2009 masih berlaku di Indonesia. MK juga menguatkan putusan itu bahkan dua kali menolak permohonan judicial review soal hukuman mati. Itu jadi landasan bagi para, hakim sebelum memutus," ujar Sumirat.

BNN mencatat ada 66 orang terpidana mati narkoba yang masih mengajukan upaya hukum. Sedangkan terpidana mati yang vonisnya sudah mempunyai kekuatan hukum tetap 11 orang.

Galon Air Berserakan di Pintu Tol Semper Jakut

Sejumlah galon air berserakan di jalanan setelah terjatuh dari truk yang melintas di pintu tol Semper Barat, Jakarta Utara. Akibatnya arus kendaraan di sekitar lokasi menjadi tersendat.

"Posisinya ada di pintu keluar tol Semper Barat," kata petugas Jasa Marga, Wahyudi saat dihubungi, Kamis (4/10/2012).

Belum diketahui penyebab jatuhnya galon air di dalam tol. Petugas Jasa Marga tengah melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

"Masih dalam penanganan," katanya.

Sebelumnya insiden serupa terjadi di pintu keluar Tol Cempaka Putih. Pada pukul 04.38 WIB, kawat gulung yang dibawa truk berceceran di lajur 1 tol. "Sudah berhasil ditangani," sebut Wahyudi.

Anggota DPR: Laut Begitu Luas, Kenapa Kapal Bahuga Jaya Bisa Ditabrak?

Kapal Bahuga Jaya tenggelam setelah ditabrak kapal tanker Norgas Chantika di perairan Selat Sunda beberapa waktu lalu. Anggota komisi V DPR, Saleh Husein berpendapat bahwa dalam kecelakaan ini ada kejanggalan.

"Secara kasat mata masih tanda tanya besar bagi saya. Kok di laut luas begitu kapal yang begitu besar bisa tabrakan," heran salah satu anggota komisi yang membidangi masalah perhubungan dan transportasi.

Saleh mengatakan hal tersebut sesaat sebelum menghadiri rapat komisi V di gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakpus, Rabu (3/10/12).

Sekretaris Fraksi Hanura ini mengatakan bahwa jalur di perairan selat sunda itu memang merupakan jalur internasional. Namun kecelakaan di trayek kapal Bahuga Jaya seharusnya tidak terjadi karena trayek tersebut sudah rutin.

"Itu memang jalur internasional, jadi kapal dari Eropa ke arah Singapura, Filipina dan pokoknya yang masuk ke Asia Pasifik pasti lewat situ. Tapi, jalur Merak Bakahueni itu kan sudah jalur rutin. Kok bisa bertabrakan," lanjutnya.

Saleh menambahkan bahwa setelah komisi V dapat mengetahui lebih lanjut mengenai penyebab kecelakaan maka selanjutnya baru bisa diketahui siapakah yang harus bertanggung jawab.

"Justru itu, pasca diketahui penyebabnya kemudian tentu akan diketahui siapa yang bertanggung jawab," pungkasnya.

KRL Commuter Line Bogor-Jakarta Anjlok di Cilebut

Kereta api Commuter Line jurusan Bogor-Jakarta Kota anjlok di Stasiun Cilebut, Bogor. Belum diketahui penyebab dari anjloknya Commuter Line dengan 8 gerbong tersebut.

"Anjlok di Stasiun Cilebut, pukul 06.35 WIB," kata Kahumas PT KAI Daops I Jakarta, Mateta R saat dihubungi, Kamis (4/10/2012).

Belum diketahui penyebab anjloknya kereta. "Kronologisnya belum didapat, masih konfirmasi," ujarnya.

Mateta menambahkan proses evakuasi dari kereta yang anjlok akan segera dilakukan. "Belum tahu berapa lama evakuasinya," sebutnya.

Kamis, 27 September 2012

Polri Bantah Ancam Penyidik di KPK

Jakarta Mabes Polri menegaskan tak pernah meneror para penyidik yang di KPK. Tak ada juga rencana penjemputan paksa.

"Nggak ada," kata Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, saat jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (24/9/2012).

Meski begitu, Boy tetap meminta para penyidik di KPK memahami aturan yang berlaku. Setiap anggota Polri harus memahami aturan internal.

"Dan tidak ada jemput paksa," tegas Boy.

Bagaimana bila ada penyidik yang menolak dipulangkan? Boy menegaskan, para penyidik tersebut bertugas karena ada surat perintah dari Polri. Bila surat perintah itu sudah habis, maka harus melapor ke induk organisasi.

"Kan induk organisasi yang ada juga sudah menyiapkan pengganti. Bukan berarti menarik dan kita tidak mendukung KPK. Polri sudah menyiapkan penggantinya untuk menggantikan tugas tugas di KPK," jelasnya.

Saat ini, Polri sedang menyiapkan para pengganti 20 penyidik yang hendak ditarik. Boy menjamin mereka adalah orang-orang terbaik. Namun demikian, bila KPK menolak mereka saat proses seleksi, Polri bisa memahami.

"Kita bisa memahami, tapi tentu kita saling menghormatilah, saling menghargai dan berkoordinasi untuk tercapinya suatu kesepakatan kerjasama," tegasnya.

Saat ditanya soal pertemuan dengan Sekjen KPK siang tadi, Boy tak mau banyak bicara. "Tadi sekjen KPK rapat sama saya nggak ngomong apa-apa tuh. Kita bicara masalah lain," kilahnya.

(slm/mad)

Tutup  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

loadingSending your message


View the original article here

Alawy, Si 'Pelawak Kelas' Itu Kini Telah Tiada

Jakarta Suasana di depan ruang otopsi RS Fatmawati, Jakarta Selatan, seketika menjadi ramai dengan isak tangis ketika jenazah Alawy Yusianto Putra (15) selesai diautopsi. Keluarga dan rekan korban yang mengikuti proses autopsi yang berjalan kurang lebih 2 jam itu, langsung berkumpul di dekat jenazah yang sudah dimandikan dan dikafani tersebut untuk kemudian memindahkan jenazah ke mobil ambulans yang menuju ke rumah duka.

Tidak heran begitu banyak rekan korban yang merasa kehilangan atas meninggalnya Alawy. Karena almarhum selama ini dikenal sebagai orang yang supel dan humoris. Bahkan salah satu temannya di kelas menjulukinya sebagai 'pelawak kelas'.

"Dia itu baik orangnya, lucu banget dia itu pelawak kelas gitu," ujar seorang teman wanita teman sekelas Alawy yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (24/9/2012).

Menurutnya, selain humoris, Alawy juga dikenal handal di salah satu mata pelajaran. Mata pelajaran favorit Alawy adalah IPS.

"Pintar dia di mata pelajaran IPS, banyak yang nangis waktu dia meninggal karena dia memang baik orangnya," terangnya lirih.

Dirinya juga tidak melihat ada keanehan saat bertemu Alawy usai ujian. Namun, menurutnya Alawy terlihat lebih pendiam dari biasanya.

"Ya biasa aja. Cuma kok jadi lebih pendiam pas kita ketemu abis ujian," ucap gadis manis ini.

Saat ditemui terpisah, Direktur Pembinaan Kemendikbud, Totok Suprayitno menyebut, pihaknya akan melakukan langkah-langkah agar kejadian seperti ini tidak terulang. Menurutnya perlu ada pembenahan dalam hal implementasi dalam program pendidikan berkarakter sehingga tidak menimbulkan peristiwa serupa di masa datang.

"Memang tanggung jawab pendidikan ada di semua pihak, selain sekolah, orang tua dan lingkungan juga berpengaruh. Untuk itu implementasi dari program pendidikan karakter harus diperkuat, karena sebagus apapun yang tertulis diatas kertas tapi tidak diimplementasikan tidak akan membuahkan hasil," ucapnya.

(riz/rmd)

Tutup  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

loadingSending your message


View the original article here

KRI Banjarmasin Ikut Operasi Penyelamatan ke Somalia

Jakarta Kapal perang terbesar buatan anak negeri milik TNI AL KRI Banjarmasin ternyata pernah digunakan dalam operasi penyelamatan internasional. KRI Banjarmasin dengan didampingi kapal tempur Belanda menyelamatkan KM Sinar Jaya Kudus yang dibajak di Somalia beberapa waktu lalu.

"Pernah digunakan untuk operasi pembebasan kapal Sinar Kudus di Somalia. Kita jalan bareng kapal tempur kecil Belanda, dan operasi mereka berangkat duluan, baru dari Colombo sama-sama ke Somalia," kata Nahkoda KRI Banjarmasin, Letkol Laut Stanley Lekahena, di ruang nahkoda KRI Banjarmasin, Markas Komando Lintas Laut, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (24/9/2012).

Hal ini berarti kapal buatan anak negeri telah diakui dunia internasional dengan dukungan navigasi dan kemampuan yang tidak bisa dianggap remeh. Hanya saja KRI Banjarmasin belum mendapatkan identitas internasional untuk berlayar di laut internasional.

"Kapal ini punya dua radar BR-3440, didukung peta digital, GPS, echo sounder, dan wheather text. Jadi untuk internasional kita sudah standar, tinggal transponder yang belum dipasang. Itu Automatic Identification System yang belum kita miliki," ujar Stanley.

Kapal ini sendiri akan dilengkapi persenjataan meriam boffors 40 mm dan metraliur Oerlikon 20 mm, senapan anti udara. Namun kapal ini memang tidak diperuntukan untuk perang terbuka.

"Persenjataan masih dalam proses, masih belum ada sekarang tapi akan dipasang senapan anti udara," ujar Stanley.

Kapal KRI Banjarmasin dibuat oleh PT PAL dan yang terbesar yang pernah dibuat anak negeri. KRI Banjarmasin memiliki saudara kembar yakni KRI Banda Aceh yang diparkir di Jakarta dan KRI Banjarmasin sebenarnya di parkir di Surabaya.

"Kapal ini diperuntukan di Surabaya, sedangkan KRI Banda Aceh di Jakarta," ujar Stanley.

(vid/lh)

Tutup  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

loadingSending your message


View the original article here

Rabu, 26 September 2012

Kebakaran Lahan Kosong Buat Panik Warga di Semarang

Semarang Sebuah kebakaran terjadi di lahan kosong seluas 500 meter persegi di Jl Tanah Putih, Semarang, membuat panik warga. Kebakaran tersebut terjadi di sekitar pemukiman padat penduduk.

Salah satu warga, Deddy Sudiardi (56) mengatakan kebakaran yang melahap lahan yang berupa tanah yang menjorok tersebut terjadi sejak sekitar pukul 15.00 WIB. Warga yang rumahnya dekat dengan lokasi kebakaran pun panik dan berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.

"Api dari bawah sekitar jam 15.00 WIB dan semakn membesar," kata Deddy di Jl Tanah Putih RT 5 RW 3, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Semarang, Senin (24/9/2012).

Sejumlah warga akhirnya memilih mengungsi untuk menghindari asap yang disebabkan oleh kebakaran. "Keluarga saya saja sekarang saya suruh mengungsi ke tetangga yang agak jauh," imbuh Deddy.

Ia menambahkan, api mulai membesar sekitar pukul 17.30 WIB. Warga yang panik berusaha menghalau api agar tidak sampai ke rumah mereka.

"Tadi warga menyemprot dengan air seadanya untuk menghalau api," terang Deddy.

Lahan yang terbakar tersebut memang sudah sejak lama dimanfaatkan oleh warga untuk membuang sampah. Namun karena sebab yang belum pasti, lahan penuh tumpukan sampah tersebut terbakar.

"Mungkin karena ada yang buang rokok sembarangan, sampah yang kering karena kepanasan jadi mudah terbakar," terang Deddy.

Satu unit mobil pemadam kebakaran baru tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 18.30 WIB. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hingga pukul 19.00 WIB, petugas pemadam kebakaran dibantu warga masih berusaha memadamkan api.

(alg/trq)

Tutup  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

loadingSending your message


View the original article here

Purnomo Tewas Dikeroyok Gara-gara Salah Paham

Jakarta Usai dikeroyok dan diceburkan ke kali Purnomo (30), ditemukan meninggal dunia di teras kediaman orang tuanya Kampung Makasar, Jakarta Timur. Polsek Makasar menyelidiki kasus tersebut tewasnya pemuda yang sementara ini diduga akibat salah paham antar pemuda.

Berdasar informasi yang dihimpun reporter detikcom di Polsek Makasar, kejadian bermula pada Sabtu (22/9/2012) malam. Pada saat itu korban yang sedang mabuk, menyusuri pinggiran Kali Cipinang di Kampung Makasar, Jakarta Timur, menuju rumahnya. Karena dalam keadaan mabuk, dia pun terlibat keributan dengan beberapa orang yang kemudian menceburkannya ke dalam kali.

"Informasi ada salah paham ketika korban lewat tongkrongan dengan anak-anak di jembatan kali tersebut," ujar Kanit Reskrim Polsek Makasar, Iptu Sutono saat ditemui detikcom di Mapolsek Makasar, Senin (23/9/2012).

Sutono mengatakan pihaknya masih terus menyelidiki motif dari kasus tersebut. "Latar belakang korban juga tidak jelas, sehingga sulit diketahui motifnya," kata Sutono.

Sutono menceritakan akibat peristiwa tersebut pihak keluarga menerima korban dari warga yang menolongnya mengangkatnya dari kali. Saat itu korban masih bernafas dan sadar.

"Setelah kejadian tersebut korban langsung dibawa salah seorang warga dengan ojek ke rumah orang tua, lalu korban dibaringkan di teras samping rumah orang tuanya," lanjutnya.

Sutono menuturkan pada pagi harinya diketahui korban telah meninggal oleh orang tua. "Diketahui meninggal pukul 08.00 WIB oleh orang tua dengan luka di bagian kepala akibat kampak, setelah itu petugas langsung melakukan pemeriksaan," tandasnya.

(edo/lh)

Tutup  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

loadingSending your message


View the original article here

Satimin, Teroris Jaringan Abu Umar Divonis 4 Tahun Penjara

Jakarta Terdakwa teroris Solo-Cirebon yang masuk dalam Jaringan Abu Umar, Satimin alias Mustaqim hari ini divonis 4 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

"Terdakwa dijatuhi hukuman penjara selama empat tahun penjara. Terdakwa dinyatakan bersalah karena menyimpan senjata dan dianggap tahu kegunaan senjata tersebut," kata Yohanes, Ketua Mejelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (24/9/2012).

Dalam putusannya, hakim menyatakan bahwa terdakwa secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 7, 9 dan 11 Undang-Undang No.15 Tahun 2003 tentang Anti Terorisme. Dia berperan dalam kepemilikan senjata api yang rencananya akan digunakan untuk berjihad.

Atas putusan ini Satimin menerima vonis hakim dan menyatakan tidak melakukan banding. Melalui penasehat hukum terdakwa, Nurlan SH menyatakan menerima keputusan hakim.

"Setelah berkonsultasi dengan terdakwa, kami menerima putusan hakim karena tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) enam tahun, sehingga ada pengurangan," kata kuasa hukum Satimin, Nurlan SH.

Putusan ini lebih rendah daripada tuntutan JPU. Sebelumnya JPU menuntut terdakwa dengan vonis enam tahun penjara.

Selain Satimin ada empat terdakwa lain yang merupakan jaringan dari Abu Umar mereka adalah Diyan Adi, Benny Hidayat, Sugiharto, dan Rian yang hari ini menghadapi vonis Hakim namun diruang terpisah di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

(mad/mad)

Tutup  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

loadingSending your message


View the original article here

Kelompok Teroris Solo Bernama 'Al-Qaeda Indonesi'

Jakarta Polisi telah menangkap 10 tersangka teroris, 9 orang ditangkap di Solo dan satu orang di Kalimantan Barat (Kalbar). Kelompok ini menyebut dirinya dengan nama Al-Qaeda Indonesi.

"Dari kelompok ini kami mendapatkan informasi mereka menyebutnya Al-Qaeda Indonesi. Pemimpinnya saat ini kita ketahui adalah Baderi Hartono alias Toni," jelas Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar saat konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (24/9/2012).

Sementara Toni merupakan anak buah dari Purwah, salah satu pengikut Nurdin M Top. "Salah satu tersangka yang meninggal dunia saat penangkapan Nurdin M Top pada 2009," lanjutnya.

Boy juga mengatakan bahwa penyidikan dan penyelidikan terhadap 10 orang tersangka masih berjalan.

"Mereka yang sudah dibawa ke Jakarta itu yang di Kalbar, Andri kemarin sudah diterbangkan dari Pontianak ke Jakarta. Andri kelahiran 1994 melarikan diri saat peristiwa Beji. Andri melarikan diri ke wilayah Kalbar dan pada saat itu ditangkap di kawasan perkebunan kelapa sawit yang ada disana," tutur Boy.

(sip/asp)

Tutup  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

loadingSending your message


View the original article here

Didakwa Selewengkan Dana Rp 6,6 M, Eks Kapolres Tegal: Doakan Saja Ya

Foto: angling adhitya p/detikcom Semarang Mantan Kapolres Tegal, Agustin Hardiyanto, hari ini, Senin (24/9/2012) menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tipikor Semarang. Ia disidang terkait dugaan korupsi penerimaan dana bantuan APBD Provinsi Jateng dalam pengamanan pemilihan gubernur tahun 2009.

Dalam sidang yang dipimpin oleh hakim ketua Noor Eddyono, Agustin yang mengenakan safari coklat tua tersebut didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan dakwaan Primer Pasal 2 ayat (1) juntco Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambahkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke -1 juncto Pasal 64 KUHP. Sementara dakwaan subsidernya adalah Pasal 3 perundangan yang sama.

Kasus yang menjerat Agustin terkuak sejak tahun 2009. Ia terbukti melakukan penyimpangan dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan non-DIPA Polres Tegal sebesar Rp 6,6 miliar.

"Dari Rp 6,6 miliar yang diterima, ada beberapa yang penggunaannya tidak sesuai dan tidak dapat dipertanggungjawabkan," kata JPU, Ari Praptono dalam dakwaannya di pengadilan Tipikor Semarang, Senin (24/9/2012).

Dalam dakwaan yang dibacakan bergantian oleh jaksa Ari Praptono dan Widodo disebutkan terdakwa menyelewengkan dana sebesar Rp 1,049 miliar.

"Selain memperkaya diri sendiri, terdakwa juga memperkaya orang lain," kata JPU.

Dana yang diperoleh Agustin tersebut diberikan untuk Kepala Kesbangpolinmas Kabupaten Tegal pada 2008 sebesar Rp 10 juta, Ketua DPRD Kabupaten Tegal 2008 Ahmad Husein sebesar Rp 30 juta hingga membayar hutang di Bank Niaga Rp 6 juta.

"Sisanya untuk kepentingan pribadi," lanjut JPU.

Menanggapi hal tersebut pihak terdakwa akan mengajukan eksepsi yang dijadwalkan Senin (1/10) depan. Salah satu penasihat hukum Agustin, Novel Al Bakrie mengaku kliennya tidak mengerti dakwaan yang diberikan oleh JPU.

"Dakwaan jaksa kami anggap kabur. Klien saya tidak mengerti dakwaan JPU. Oleh karena itu kami mengajukan eksepsi," kata Novel usai persidangan.

Sementara terdakwa enggan berkomentar terkait sidang perdananya itu. "Ya doakan saja ya, terima kasih," ujar Agustin sambil terus tersenyum.

Pada tanggal 4 September 2012, Agustin ditahan ke Lembaga Pemasyarakatan Klas I Kedungpane Semarang oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Kasus yang sudah ditangani sejak tiga tahun lalu itu kembali diproses setelah kembali terungkap 16 April 2012 lalu. Saat itu, berkas penyidikan dikembalikan kepada polisi dan setelah lengkap, pada 3 Juli 2012, Polda mengembalikan berkas ke Kejati dan dinyatakan lengkap.

(alg/try)

Tutup  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

loadingSending your message


View the original article here

Bisnis Bangkrut, Ibu dan Anak Bius Pengusaha

Jakarta Jika ibu dan anak kompak dalam hal positif itu sudah wajar. Tapi, ada juga kekompakkan ibu dan anak dalam hal negatif, seperti terlibat pencurian dengan cara membius korbannya.

Hal ini betul-betul terjadi pada ibu dan anak, Herlinda (48) dan Hendrik. Mereka berdua bersekongkol melakukan kejahatan lantaran terhimpit masalah ekonomi.

"Keduanya ditangkap di rumah kontrakannya di Tomang, Jakarta Barat pada pekan lalu," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (24/9/2012).

Setidaknya selama hampir 1 tahun ini, Herlina dan Hendrik berhasil memperdaya dua korbannya yakni FN dan NTWI. "Kedua korban adalah perempuan," katanya.

Rikwanto menjelaskan, modus operandi yang dilakukan ibu dan anak ini adalah dengan cara mencari sasaran yang hendak menjual rumah. Keduanya lalu berpura-pura hendak membeli rumah tersebut.

"Tersangka Herlina membaca plang atau papan nama tentang rumah di Duren Sawit, Jakarta Timur, milik Nurhayati yang akan dijual seharga Rp 6,5 miliar," jelas Rikwanto.

Herlina kemudian mendatangi pemilik rumah korban dan melakukan tawar-menawar. "Sehingga disepakati harganya Rp 6,4 miliar," katanya.

Herlina lalu memberitahu kepada anaknya, Hendrik bahwa Nurhayati menjadi calon korbannya. Hendrik lalu membeli obat bius Sanax di Glodok dan meracik obat bius tersebut dalam botol kecil.

"Tersangka lalu janjian dengan korban di Grand Indonesia untuk membayar rumah tersebut," imbuhnya.

Herlina kemudian memesan minuman dan mencampurnya dengan beberapa tetes obat bius. Korban yang tidak sadar bahwa minumannya telah dicampur obat bius kemudian tidak sadarkan diri dan lemas. Saat itu, keduanya mengambil barang korban di dalam tas yang berisi 2 cincin berlian, 3 kartu kredit, uang tunai Rp 12,5 juta.

Korban kemudian dibawa ke dalam taksi. Kepada sopir taksi, kedua tersangka memberi uang dan meminta sopir taksi untuk mengantar korban ke rumah sakit. "Kepada sopir taksi, tersangka mengaku sebagai saudaranya dan akan menyusulnya karena obatnya ketinggalan,' katanya.

Namun yang terjadi, tersangka justru foya-foya dengan menggunakan kartu kredit korban.

Sementara itu, Kepala Unit Resmob AKP Ahmad Yani mengatakan bahwa kedua tersangka juga pernah melakukan kejahatan serupa pada Oktober 2012. Korban bernama Neng Tita berhasil dibius oleh keduanya di Apartemen Boutique Kemayoran, Jakarta Pusat. Akibatnya, satu unit mobil Honda CRV warna hitam berplat nomor D 8 T dibawa kabur keduanya.

"Tersangka kemudian menggunakan mobil tersebut untuk melakukan kejahatan serupa yang terakhir," kata Yani.

Dijelaskan Yani, tersangka memasukkan 4 butir pil Sanax yang dibeli secara bebas di toko obat, ke dalam botol kecil. Larutan Sanax itu kemudian dicampur dengan air teh hingga warnanya menjadi kekuningan.

"Reaksinya sangat cepat dan efeknya selain pusing juga bisa menimbulkan muntah-muntah, bisa tidak sadar diri 3 hari 3 malam," katanya.

Inspirasi kejahatan pembiusan itu sendiri berawal dari Herlina. Herlina memiliki penyakit vertigo dan kerap mengkonsumsi pil tersebut agar bisa beristirahat.

"Yang bersangkutan punya vertigo, makan setengah dan bisa tidur 6 jam, lalu dia pakai 1 butir akhirnya teler karena over dosis. Inilah yang kemudian menimbulkan idenya," jelasnya.

Adapun, yang melatarbelakangi keduanya untuk melakukan kejahatan itu lantaran usahanya mengalami kebangkrutan. "Ibu ini pengusaha di Bandung, pailit, gaya hidupnya mewah akhirnya melakukan hal ini," tukasnya.

Kini, ibu dan anak itu harus meringkuk di penjara. Keduanya dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Dari keduanya, disita barang bukti berupa mobil Honda CRV, 1 unit handphone merek Nokia dan Samsung.

(mei/rmd)

Tutup  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

loadingSending your message


View the original article here

Selasa, 25 September 2012

Jenazah Alawy Dimakamkan Besok Pagi di Kemanggisan Palmerah

Jakarta Jenazah Alawy telah selesai diotopsi di RS Fatmawati dan dibawa ke rumah duka. Rencananya siswa kelas X SMA 6 Bulungan yang menjadi korban tawuran itu akan dimakamkan besok.

Pantauan detikcom di rumah duka RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (24/9/2012), jenazah Alawy telah dibawa ke kediamannya di Kompleks Cileduk Indah Jl Mawar V, Blok E 10/10, Tangerang Selatan, Banten, dengan menggunakan ambulance sekitar pukul 18.00 WIB.

Ayahnya, Tauri Yusianto, menemani di dalam ambulance. Mereka menunggang beberapa mobil dan puluhan motor, mengiringi perjalanan ambulance ke rumah duka. Suasana haru sangat terasa di rumah sakit itu.

Ibu Alawy, Endang Pujiastuti yang mengenakan kerudung ungu tidak hentinya menangis. Kakak perempuan Alawy yang berada di samping ibunya juga terus menumpahkan air mata.

Rencananya Alawy akan dimakamkan besok di pemakaman Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat. "Besok sekitar pukul 10.00 WIB," kata Tauri, saat ditemui di RS Fatmawati.

Alawy merupakan siswa kelas I berusia 15 tahun. Menurut saksi mata ketika tawuran pecah, Alawy sedang makan gulai di tikungan Bulungan (gultik). Dia lantas lari menyelamatkan diri bersama teman-temannya.

Malang, dia terjatuh di depan KFC Bulungan dan langsung mendapat sabetan celurit di dadanya. Remaja kelahiran 1997 itu pun meninggal dunia.

Jarak SMA 6 dan SMA 70 berjarak 300 meter saja, tak jauh dari Blok M Plaza. Siswa kedua SMA unggulan itu selama ini sering tawuran.

(trq/lh)

Tutup  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

loadingSending your message


View the original article here

Asyik Cari Tempat Kos, Isnani Dijambret Orang Tak Dikenal

Jakarta Nasib malang menimpa, Isnani, seorang mahasiswi di sebuah perguruan tinggi di Jakarta Timur. Gadis berusia 21 tahun itu menjadi korban penjambretan saat sedang mencari tempat kos. Dengan cepat, tas miliknya pun berpindah tangan.

"Saya sama teman bertiga lagi nyari kosan, pas udah mau pulang (nyari kosan), tas saya ditarik sama jambret, dia (pelaku) naik motor. Nggak boncengan. (Pelaku) Sendiri aja," ujar Isnani, usai melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsektro Jatinegara, Senin (24/9/2012) sore.

Isnani menceritakan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB dan berlangsung sangat cepat. Dirinya yang panik tidak sempat melihat nopol motor pelaku.

"Saya nggak lihat banget motornya. Posisi saya lagi jalan di sebelah kiri. Yang hilang di tas itu handphone BB, Dompet, surat-surat penting. Ada uang Rp 300 ribu lebih di dompet sama ATM," ujar Isnani.

Isnani menduga pelaku yang membawa lari tasnya tidak bertindak sendirian, melainkan berkomplot. Sebab Isnani mengaku dirinya 'dipaksa' seseorang untuk melintas di lokasi yang rawan kejahatan.

"Soal sempat ada orang yang memaksa kami melintas di lokasi kejadian, padahal saya baru tahu di situ kata tukang ojek memang rawan. Jambretnya sendirian, tapi kayaknya komplotan. Soalnya tadi ada ibu-ibu yang maksa saya supaya lewat jalan di situ," lanjutnya.

Setelah kejadian nahas itu, Isnani bersama kedua temannya langsung melaporkan kejadian tersebut di Polsektro Jatinegara. "Iya tadi laporan ke polisi. Nanti katanya mau diurus, ini dikasih surat-surat yang buat ngurus STNK," tandasnya.

(edo/rmd)

Tutup  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

loadingSending your message


View the original article here

Terduga Teroris Solo Gunakan Daya Ledak Bom yang Lebih Besar

Jakarta Densus 88 menangkap 9 terduga teroris di Solo Jumat (21/9) dan Sabtu (22/9) lalu. Dari hasil penyelidikan tim menemukan sejumlah bahan peledak, Karo Penmas Polri Brigjen Boy Rafli Amar mengatakan bahan campuran dalam merakit bom lebih berbahaya dan memiliki daya ledak yang lebih besar dibanding yang ditemukan sebelumnya.

"Bahan peledak ini dari bahan campurannya lebih berbahaya. Kami sudah minta dari puslabfor apa saja perbedaan bahan peledak ini, karena ini kalau digunakan untuk kegiatan teror memiliki daya ledak yang besar dibandingkan yang sebelumnya," kata Boy di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (24/9/2012).

Boy mengatakan bahan peledak tersebut disimpan dalam beberapa tempat yang berbeda ukuran. Ada yang ditempatkan di rice cooker, di dalam pipa (bom pipa), dan di dalan botol (bom botol) yang digunakan untuk target yang berbeda-beda.

"Karena pasti kandungan yang di dalam rice cooker itu lebih besar dibanding dengan di botol," ucap Boy.

Boy menambahkan bahan peledak yang ditemukan di Solo ini merupakan variasi baru dari bahan peledak sebelumnya. Menurutnya tim ahli mengatakan kemampuan ledak bom ini lebih bervariasi lagi.

"Terutama yang cairan-cairan itu merupakan temuan baru, yang kemarin disebut Nitrogliserin itu di dapat dari penjelasan si pemilik sendiri," ujar Boy.

Menurut Boy dalam dua hari ini tim masih konsentrasi untuk menemukan bahan peledak dan mengamankan bahan material yang ditemukan di rumah masing-masing terduga teroris.

"Pada umumnya mereka memang warga disitu bukan orang yang datang ngontrak tapi rumah masing," kata Boy.

(slm/trq)

Tutup  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

loadingSending your message


View the original article here

Duh! Anggota Teroris Solo Termuda Masih Kelas 2 SMP

Jakarta Polisi menangkap 10 orang teroris, 9 orang ditangkap di Solo dan satu orang ditangkap di Kalimantan Barat (Kalbar). Tersangka termuda dari kelompok ini masih berusia 18 tahun, pelajar sekolah menengah pertama kelas 2.

"Hari ini yang berusia 18 tahun, yang paling muda, Fajar Novianto juga dibawa ke Jakarta bersama orang tuanya. Pelajar SMP kelas dua," ujar Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar saat konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (24/9/2012).

Sementara 8 orang lainnya yang juga ditangkap di Solo akan segera dibawa ke Jakarta. "Sisanya 8 orang dari Surakarta akan dibawa ke Jakarta dalam 1-2 hari ini dari Surakarta. Juga ikut pelatihan yang di Poso dan memiliki kemampuan dalam hal merakit bahan peledak di Surakarta ini," lanjutnya.

Kesepuluh tersangka teroris ini menamai diri mereka sebagai kelompok Al-qaeda Indonesi. Pimpinan kelompok ini adalah Baderi Hartono alias Toni. Sementara Toni adalah anak buah dari Purwah, yang merupakan pengikut Noordin M Top.

(sip/mad)

Tutup  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

loadingSending your message


View the original article here

Masih Persoalkan Surat, Polri Tolak Pemeriksaan Saksi oleh KPK

Jakarta Mabes Polri menolak rencana pemanggilan sejumlah saksi dari pihak Korlantas oleh KPK. Soal redaksional surat panggilan menjadi alasan utama.

"Masalah pemanggilan anggota kita, kalau tidak salah besok," kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Senin (24/9/2012).

"P?mpinan Polri minta jelaskan pemanggilan itu terkait dengan kasus Brigjen Djoko Susilo dkk. Kemudian polri bersurat kepada pimpinan KPK minta penjelasan dkk itu siapa," sambungnya.

Menurut Boy, persoalan tersangka 'dkk' berhubungan dengan masalah subjek hukum. Polri pun masih menunggu penjelasan dari KPK.

"Sampai hari ini belum ada pnjelasan lisan atau tertulis kepada pihak Polri. Sehingga pemeriksaan saksi polri belum bisa dilaksanakan," terangnya.

Dalam kasus Simulator SIM ini, KPK menetapkan mantan Kakorlantas Irjen Djoko Susilo sebagai tersangka. KPK juga menetapkan bawahan Djoko, Brigjen Pol Didik Purnomo, Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia, Sukotjo S. Bambang dan Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abadi, Budi Santoso sebagai tersangka. Polri juga menetapkan status sama terhadap tiga nama terakhir tersebut.

Tiga nama yang menjadi 'tersangka bersama' itu memicu persoalan. Sampai saat ini KPK dan Polri sama-sama ngotot untuk menangani kasus ini. Sampai saat ini belum ada titik temu antara dua lembaga penegak hukum tersebut.

Polri telah melakukan gerak cepat dengan melakukan penahanan terhadap para tersangkanya, yang juga tiga di antaranya merupakan tersangka di KPK. Irjen Djoko juga telah dua kali diperiksa sebagai saksi. Sedangkan KPK masih hanya fokus memeriksa saksi dan berkas untuk Irjen Djoko.

(slm/mad)

Tutup  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

loadingSending your message


View the original article here

Kebakaran di 2 Lokasi Jakarta Barat, Puluhan Mobil Damkar Diturunkan

Jakarta Si Jago merah kembali mengamuk di daerah Jakarta Barat. Dua permukiman padat penduduk di Semanan, Jakarta Barat, dan di Jalan Prepetan, Condet, Jakarta Barat habis dilahap si jago merah. Puluhan unit mobil pemadam kebakaran diturunkan.

"Kejadiannya di Semanan, Jakarta Barat, sebuah rumah dan lapak kayu terbakar sekarang sudah menjalani proses pendinginan," ujar petugas piket dinas Damkar Jakarta Barat yang enggan disebut namanya, saat dihubungi detikcom, Senin (24/9/2012).

Dia mengatakan, awal kejadian terjadi pukul 15.00 WIB. Pukul 19.30 WIB sudah mulai proses pendinginan.

"30 unit mobil pemadam kebakaran diturunkan ke lokasi," tandasnya

Sementara saat dihubungi terpisah kasie ops Jakarta Barat Tarno membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan dirinya sedang fokus di lokasi kebakaran Jl Prepetan, Condet, Jakarta Barat.

"Di Condet kejadian terjadi pukul 19.10 WIB, petugas tadi berhasil memadamkan sekitar pukul 19.44 WIB," ujar Kasie Ops Jakarta Barat, Tarno.

Tarno mengatakan dengan singgap petugas damkar langsung memadamkan api dengan cepat. Lebih lanjut ia mengatakan pihaknya menurunkan belasan unit mobil pemadam kebakaran.

"11 unit mobil pemadam kebakaran diturunkan, sampai saat ini sudah mulai proses pendinginan," kata Tarno.

Tarno menceritakan asal mula api diduga berasal dari kamar salah seorang penghuni rumah kontrakan.

"Jadi tadi mati lampu pukul 17.00 WIB salah seorang penghuni kontrakan yang menyalakan lilin didalam kontrakan akibat peristiwa tersebut api yang menjalar ke tirai langsung membesar dan merambat kerumah yang lain," tuturnya.

Tarno menjelaskan akibat peristiwa tersebut dirinya memperkirakan kerugian mencapai puluhan juta.

"Kalau dilihat dari lokasi kebakaran diperkirakan kerugian mencapai 50 juta," jelasnya.

(edo/trq)

Tutup  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

loadingSending your message


View the original article here

Senin, 24 September 2012

Belum Terima Putusan, Lion Air Enggan Minta Maaf ke CV Saka

Pesawat Lion Air (ist.) Jakarta Pihak Lion Air harus meminta maaf di harian nasional karena ingkar janji terhadap CV Saka Export dalam kasus carter pesawat. Masakapai berlogo singa terbang ini belum meminta maaf karena belum mendapatkan salinan putusan kasasi yang diketok pada 15 Desember 2010 lalu.

MA juga menghukum Lion Air memberikan ganti rugi US $25 ribu kepada CV Saka Export. "Kita belum terima salinannya dan itu kan kasus lama. Bukan saya yang tangani," kata Kuasa hukum Lion Air Nusirwin, kepada wartawan di PN Jakpus, Jalan Gadjah Mada, Jakarta, Senin (24/9/2012).

Nusirwin menjelaskan kasus itu sendiri terjadi pada tahun 2008. Ia sendiri menganggap aneh, mengapa sampai saat ini belum memegang salinan kasasi MA itu. "Saya juga heran, intinya kita belum terima putusan itu," ucap Nusirwin.

Kasus ini bermula ketika perusahaan ekspedisi CV Saka Export mendapat proyek pengiriman bantuan untuk korban gempa Aceh dari Kedutaan Besar Turki di Indonesia. Lantas CV Saka Export mencarter pesawat Lion Air jenis Boeing 737-400 untuk rute Yogyakarta-Aceh. Namun pada kenyatannya, Lion Air menyediakan pesawat MD 90.

Atas kejadian tersebut, CV Saka Export pun melayangkan gugatan ke PN Jakpus. Gayung bersambut sebab pada 25 Juni 2008, PN Jakpus mengabulkan gugatan dan menghukum Lion Air sebesar US$ 31 ribu. Lion Air juga harus meminta maaf melalui pemasangan iklan di harian nasional yang terbit di Jakarta dan Yogyakarta.

Putusan ini dianulir Pengadilan Tinggi DKI Jakarta tetapi MA membatalkan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta itu. MA menurunkan denda Lion Air menjadi US $ 25 ribu (kurs sekarang setara Rp 240 juta) dan permohonan maaf di media cetak Jakarta dan Yogyakarta.

Saat dikonfirmasi ke kuasa hukum CV Saka Export, Indra Sahnun Lubis, mengaku belum menerima salinan putusan ini. Pihak MA sendiri mengaku telah mengirimkan berkas kasasi ke PN Jakpus pada 31 Mei 2011.

Saat detikcom menelusuri jejak salinan kasasi ini, pihak PN Jakpus mengaku seharusnya salinan tersebut sudah diterima dan langsung dikirim ke pihak berperkara.

(rvk/asp)

Tutup  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

loadingSending your message


View the original article here

Hartati Murdaya Tahu Soal Penyerahan Uang untuk Bupati Buol

Jakarta Perkara suap Bupati Buol di Pengadilan Tipikor memasuki babak baru, pemeriksaan saksi. Direktur Utama PT Hardaya Inti Plantations (HIP), Hartati Murdaya, disebut saksi mengetahui soal pemberian uang untuk Bupati Buol, Amran Batalipu.

Financial Controller, Arim, mengaku pernah mengadakan pertemuan dengan Amran di Hotel Grand Hyatt. Selain Arim dan Amran, hadir dalam pertemuan itu adalah Hartati serta Totok Lestiyo.

Saat itu, Amran meminta bantuan logistik untuk menghadapi Pilkada sebesar Rp 3 miliar. Menurut Arim, Hartati menyetujui permintaan itu. Namun di satu sisi, Hartati berkeluh kesah kepada Amran mengenai maraknya demo di PT HIP serta masalah lahan perusahaannya yang bersengketa dengan PT Sonokeling.

"Ibu (Hartati) setuju (beri uang) tapi tidak spesifik untuk apa (soal Pilkada atau keluhan)," tutur Arim saat bersaksi untuk terdakwa Direktur Operasional PT HIP, Gondo Sudjono Notohadi Susilo, di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Senin (24/9/2012).

Permintaan itu direalisasikan dalam dua tahap penyerahan. Untuk tahap pertama Arim ikut mengantarkan uang Rp 1 miliar ke rumah Amran. Penyerahan itu dilakukan oleh GM Supporting PT HIP Yani Ansori.

Uang itu seluruhnya berasal dari kas perusahaan. Bahkan Hartati dan Arim pernah berkomunikasi via telepon membicarakan soal uang Rp 1 miliar. Hartati memakai istilah Rp 1 miliar dengan 1 Kg.

"1 Kg itu artinya Rp 1 miliar," jelas Arim.

Arim mengaku ikut mempersiapkan untuk penyerahan tahap selanjutnya. Namun ia tidak dapat memastikan apakah uang Rp 2 miliar sampai ke tangan Amran.

Uang Rp 3 miliar itu dimasukkan ke dalam kas pengeluaran perusahaan. Awalnya ditulis sebagai pembelian sparepart. Namun diubah menjadi sumbangan.

"Yang nyuruh Pak Totok," terang Arim.

(mok/trq)

Tutup  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

loadingSending your message


View the original article here

Gubernur Sumsel Didesak Segera Atasi Kasus Sengketa Lahan

Palembang Ada ratusan kasus tanah yang belum terselesaikan di Sumatera Selatan. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Selatan, mengharapkan di akhir masa jabatannya, Alex Noerdin dapat menyelesaikan kasus tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Walhi Sumsel Anwar Sadat saat memimpin aksi damai dalam rangka memeringati Hari Tani se-Dunia, Senin (24/09/2012).

"Kami menuntut Gubernur Sumsel Alex Noerdin untuk segera menyelesaikan berbagai kasus tanah yang belum terselesaikan," kata Anwar.

Sekitar 3.000 orang mengikuti aksi yang dimulai dari Benteng Kuto Besak (BKB), selanjutnya mereka mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumsel di Jalan Balap Sepeda Palembang yang dikawal
puluhan polisi. Mereka membawa ratusan bendera dan sebuah kendaraan.

Menurut Koordinator Lapangan (Korlap), Sukirman, berbagai kasus tanah tersbeut tidak bisa dibiarkan berlarut, dan harus dicarikan jalan penyelesainnya." Jangan sampai ada korban kekerasan baru pemerintah bertindak," katanya.

Saat bertemu dengan pejabat dari BPN, ada 11 item yang mereka desak untuk segera dilakukan Gubernur Sumsel yakni mencabut perizinan HGU sejumlah perusahaan, meredistribusi tanah untuk rakyat, menolak penerbitan izin HGU perusahaan yang dinilai bermasalah, dan membebaskan kawasan hutan di Kecamatan Pangkalan Lampam dan Tulung Selatan.

(tw/try)

Tutup  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

loadingSending your message


View the original article here

Polisi: Pembacok Alawy Berinisial FT dari SMA 70

Jakarta Polisi sudah mengantongi identitas terduga pelaku pembacokan siswa kelas X SMA 6 Bulungan, Jakarta Selatan. Saat ini polisi sedang memburu terduga pelaku.

"Masih dalam pengejaran, inisialnya FT, siswa kelas 3 SMA 70," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Hermawan, kepada detikcom, Senin (24/9/2012).

FT diduga sebagai pelaku pembacokan siswa kelas X SMA 6 Bulungan, Alawy, yang tewas bersimbah darah di depan KFC Bulungan.

Seperti diketahui tawuran antara siswa SMA 6 dan SMA 70 Jakarta kembali pecah di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan. Tawuran ini menyebabkan seorang siswa SMA 6 kelas X tewas akibat kena bacok di bagian dada.

Korban tewas bernama Alawy. Dia merupakan siswa kelas X berusia 15 tahun. Menurut saksi mata ketika tawuran pecah, Alawy sedang makan gulai di tikungan Bulungan (gultik). Dia lantas lari menyelamatkan diri bersama teman-temannya.

Malang, dia terjatuh di depan KFC Bulungan dan langsung mendapat sabetan celurit di dadanya. Remaja kelahiran 1997 itu pun meninggal dunia.

Jarak SMA 6 dan SMA 70 berjarak 300 meter saja, tak jauh dari Blok M Plaza. Siswa kedua SMA unggulan itu selama ini sering tawuran.

(trq/mad)

Tutup  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

loadingSending your message


View the original article here

Rabu, 02 Mei 2012

Santunan ke Pihak Keluarga TKI Tak Selesaikan Masalah

Jakarta Anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, berharap penyelesaian kasus tewasnya tiga TKI asal NTB tidak seperti kasus-kasus tewas TKI sebelumnya. Rieke tidak ingin penyelesaian kasus ini hanya sebatas pada pemberian santunan dari pemerintah.

"Kami desak pemerintah jangan sampai penyelesaian hanya berupa santunan ke pihak keluarga, karena itu tidak menyelesaikan masalah," kata Rieke saat konpers di ruang wartawan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/4/2012).

Rieke mengambil contoh kasus TKI asal Sampang, Jawa Timur, yang tewas ditembak oleh polisi Malaysia dua tahun lalu. Menurutnya, kasus itu tidak diusut secara tuntas dan berhenti pada pemberian santunan kepada keluarga korban.

Tak ingin kejadian serupa terulang, Rieke mendesak pemerintah untuk menyelidiki kasus ini hingga tuntas. Menurut Rieke, langkah awal yang harus dilakukan adalah melakukan otopsi ulang.
"Kami mendesak dilakukan otopsi ulang tak ada alasan lagi, apalagi sudah memegang surat dari tiga keluarga," pungkasnya.

Pemerintah Harus Akhiri Impunitas Tindak Kekerasan Polisi

Jakarta Amnesty International meminta pemerintah mengakhiri impunitas terhadap polisi. Amnesty International juga prihatin atas kekerasan yang dilakukan anggota kepolisian terhadap warga sipil yang memperjuangkan hak dan pendapatnya.

"Polisi Indonesia menggunakan kekuatan yang berlebihan dengan melakukan kekerasan tanpa memperhatikan hak korban," ucap Koordinator Amnesty International Indonesia-Tmor Leste Asia Pasific Regional, Josef Benedict, dalam jumpa persnya di kantor Kontras, Jalan Mendut, Jakarta, Rabu (25/4/2012).

"Polisi di Indonesia, melakukan kekerasan terhadap orang tanpa takut dihukum. Dan kalaupun dihukum, sanksinya ringan," sambung Josef.

Ia mencontohkan, tragedi tanggal 24 Desember 2011, yang terjadi di Pelabuhan Sape, Bima, NTB di mana, aparat kepolisian melakukan kekerasan terhadap massa yang menentang pemberian izin eksploitasi tambang.

"Dalam kejadian itu ada tiga orang tewas dan ratusan luka-luka. Dan 5 pelaku dari polisi hanya diberi sanksi disiplin yaitu cuma 3 hari masa kurungan. Tidak diusut ke masalah kriminalnya," pungkasnya.

Hal serupa, lanjut Josef, juga terjadi di Papua pada tanggal 19 Oktober 2011 ketika polisi dan militer mengepung lokasi penyelenggaraan Konres Rakyat Papua III.

"Yang menganiaya memang diberi sanksi disiplin dan tidak diketahui adanya penyidikan kriminal atas korban yang tewas," paparnya.

Akibat kejadian itu, Amnesty Internasional mendesak pemerintah untuk memperbaiki strategi polisi dalam penangkapan dan penjagaan ketertiban umum.

"Memastikan juga agar semua petugas kepolisian memahami Peraturan Kapolri nomor 1 tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian," tutup Josef.

(rvk/mok)


View the original article here

Selasa, 01 Mei 2012

Aria Bima Sebut Inisial EGM yang Sudutkan Dirinya Soal Video Porno

Jakarta Wakil Ketua Komisi VI DPR dari PDIP mempertanyakan motif orang yang disebutkan EGM yang dinilai telah menyudutkannya. Dia juga telah melaporkan EGM ke Polda Metro Jaya.

Aria membenarkan EGM adalah Elia G Muskitta juga Sekjen Parade Nusantara. Arie membenarkan EGM mempunyai website selain kilikitik.net yang sempat dibuatnya.

"EGM itu ya dia. Saya tidak tahu apa motifnya seperti itu. Dia memiliki website kilikitik.net juga website sendiri itu EGM. Itu yang saya laporkan ke polisi. Saya masih bisa tidak meneruskan ini kalau benar ada yang mengakui di video itu bukan saya," kata Aria dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/4/2012).

Dia sendiri merasa tak punya masalah dengan EGM. Dia balik bertanya ada masalah apa si pemilik situs yang kemudian ditutup ini dengan dirinya.

"Saya tidak tahu apa tujuan EGM. Saya tak tahu masalah. Apakah punya masalah atau apa. Saingan politik? Saya nggak tahu. Saingan cinta? Hehehe," katanya.

Dia makin heran dengan media yang sempat memuat dan menyudutkan dirinya. Baginya sungguh tak wajar.

"Milik siapa media itu. Kenapa tidak detikcom, antara, kompas memuat duluan kenapa sejenis kilikitik ini. Saya tidak tahu kilikitik itu apa," katanya.

(van/ndr)


View the original article here

Parade Nusantara: Elya & Karolin Garap Bareng Proyek Advance Borneo

Jakarta Ketua Parade Nusantara Sudir Santoso kaget saat isu video porno mirip anggota DPR Karolin Margret Natasha merebak. Apalagi kemudian video dikaitkan dengan organisasinya karena nama Elya G Muskitta yang menjabat sekjen, disebut terlibat.

Munculnya nama Elya G Muskitta (EGM) ini diungkap politisi PDIP Aria Bima. Lantas apakah memang ada hubungan khusus antara Elya dengan Karolin? Sudir mengungkap bahwa antara Karolin dengan Elya memang pernah bekerja sama menggarap proyek pemberdayaan ekonomi.

"Saya dan Budiman Sudjatmiko pernah diundang peresmian Advance Borneo. Itu pemberdayaan ekonomi. Kerja bareng Karolin dan Elya," kata Sudir saat berbincang, Rabu (25/4/2012).

Namun umur proyek itu tidak bertahan lama, hanya 3 bulan saja. Diresmikan Januari 2012, pada Maret sudah bubar. "Saya nggak tahu apa penyebabnya," tambah Sudir.

Hingga kemudian, dia mendengar adanya ramai-ramai video itu muncul. Isu pun menyebut video itu mirip Karolin dan ada kaitan dengan Elya.

"Jadi menurut saya, ini tidak ada urusan dengan PDIP. Ini personal Elya Muskitta dan Karolin, tidak ada muatan politik. Saya kira kenakalan anak-anak iseng," jelasnya.

Sebelumnya ayahanda Karolin, Gubernur Kalbar Cornelis membantah kalau yang ada di video itu putrinya. Dia juga menyebut ada motif politik di balik video itu.

Hingga saat ini, detikcom belum berhasil menghubungi Elya Muskitta. Dua nomor telepon genggamnya yang dihubungi detikcom, tidak aktif.

(ndr/asy)


View the original article here

Listrik Padam, Penerbangan Bandara Soekarno-Hatta Tak Terganggu

Tangerang Pemadaman listrik yang dilakukan PLN di Jakarta dan Tangerang juga menjalar ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Meski demikian, penerbangan tidak terganggu.

Petugas Officer In Charge Terminal 2 Bandara, Slamet ketika dihubungi membenarkan adanya pemadaman di Bandara. "Benar sampai saat ini dari beberapa menit yang lalu padam. Baik terminal 1,2 dan 3 seluruh lampu dan AC padam. Tapi kegiatan penerbangan tidak ada yang terganggu," ujar Slamet.

Slamet mengatakan, kenapa tidak terganggu, karena pihak PT Angkasa Pura II memiliki backup listrik sendiri. "Sehingga sistem komputer, baik check-in semua masih terkendali," jelasnya.

Di wilayah Tangerang, Banten, sejumlah kecamatan juga padam. Seperti di Kecamatan Tangerang dan Babakan. Belum ada konfirmasi dari petugas PLN, soal pemadaman tersebut.

(try/try)


View the original article here

Golkar: Forum DPD II Ilegal

Jakarta Forum DPD II yang dikomandoi oleh Ketua DPD II Golkar Banda Aceh, Muntasir Hamid, dianggap ilegal oleh DPP Golkar. Forum tersebut dinilai mengganggu kewibawaan partai.

"Forum yang dilakukan oleh Pak Muntasir itu tidak ada dalam aturan partai," kata Bendahara Umum Partai Golkar, Setya Novanto, saat berdiskusi dengan wartawan di ruang fraksi Golkar Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/4/2012).

Menurut Setya, timbulnya masalah dalam Rapimnas partai adalah hal yang biasa. Hal tersebut, ia menambahkan, adalah bagian dari proses demokrasi dalam sebuah partai politik. Namun, jangan sampai penyaluran aspirasi mengganggu kewibawaan partai.

"Masalah sebelum Rapimnas pasti ada beberapa yang berkembang, pasti ada beberapa aspirasi. Tetapi forum itu tidak ada dalam aturan partai," jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Golkar, Azis Syamsuddin, yang juga hadir dalam diskusi tersebut memperkuat pernyataan Setya. Menurutnya, forum yang dibentuk oleh Muntasir tidak diakui dalam anggaran dasar Golkar.

"Forum itu tidak dikenal dalam anggaran dasar kita," ujar Azis.

Mengenai sanksi yang akan diberikan kepada Muntasir, Aziz menyatakan Golkar masih akan membahas hal tersebut dalam rapat internal partai. "Kita lihat perkembangan dalam rapat," imbuhnya.

(trq/mok)


View the original article here

Spektakuler, Malam Indonesia Sedot Kelas Menengah Atas Yunani

Athena Sebagaimana di negara lain, krisis di Yunani tak terlalu berpengaruh pada daya beli sebagian masyarakatnya. Kelas ini didekati untuk membelanjakan uangnya ke Indonesia, melancong untuk melepas kepenatan.

Upaya pendekatan itu dilakukan KBRI Athena dengan acara Indonesian Night bekerjasama dengan The Westin Astir Palace Hotel, Travel Plan, Insider Magazine dan Qatar Airways bertempat di The Westin, Astir Palace Hotel Athena (24/4/2012) waktu setempat.

Hadir menurut keterangan Pelaksana Fungsi Pensosbud Jani Sasanti kepada detikcom antara lain Irjen Kemlu Yunani Stavros I. Lykidis, Pejabat Urusan Diplomatik Istana Presiden Harris Deparanos, sejumlah Duta Besar negara sahabat, pejabat pemerintah Yunani, kalangan pengusaha, korps diplomatik di Athena, anggota Women International Club, dan warga Yunani Sahabat Indonesia memadati Cosmos Hall berkapasitas 500 orang.

Sejumlah tarian seperti Tari Piring, Tari Lenggang Nyai dan Tari Rapai Geleng disajikan dengan rancak oleh Grup Gema Citra Nusantara pimpinan Mira Arismunandar, dirangkai dengan Konser Angklung Interaktif.

Acara ini merupakan bagian dari Indonesian Food Festival yang digelar oleh hotel berbintang lima tersebut sejak 20/4 dan akan berlangsung sampai 29/4/2012. Dua chef spesialis kuliner otentik Indonesia didatangkan dari tanah air.

Selama periode tersebut setiap hari restauran hotel menyediakan khusus menu Indonesia seperti Salad Solo, Gado-gado Jakarta, Otak-otak Ikan, Tahu Gejrot, Karedok Bogor, Lumpia Semarang, Sate Ayam, Soto Kudus, Kimlo Solo dan Laksa Bogor. Harga bervariasi dari 8 sampai 14 Euro,

Sebagai hidangan utama Nasi Uduk, Nasi Liwet Solo, Nasi Bali, Mie Godok Jawa, Tongseng Beef, Nasi Timbel, Nasi Lombok, dan Nasi Begana, dengan porsi minimalis dan presentasi indah standar hotel berbintang. Sekepal main course ini harganya rata-rata berkisar antara 20 sampai 25 Euro.

Sementara hidangan penutup yang disediakan antara lain Pisang Goreng Saus Coklat, Klepon, Ongol-ongol Pelangi, Urap campur dan Wajik Ketan dengan harga rata-rata 7 Euro. Kemudian juga ada Bandrek (5 euro) dan Wedan g Jahe (4 euro).

Khusus untuk Indonesian Night, para tamu undangan dapat menikmati kuliner eksotis dan lezat dari Indonesia itu secara cuma-cuma.

Seluruh interior restauran dan lobi Cosmos Hall disulap menjadi bernuansa Indonesia, lengkap dengan dekor dinding bermotif batik sampai payung Bali, ukiran Bali, congklak, keris, wayang kulit, wayang golek, gamelan, berbagai macam topeng tradisonal, serta Patung Garuda Jatayu setinggi 2 meter di depan pintu masuk restauran menyambut para tamu.

"Saya lebih menekankan di bidang sosial budaya untuk manfaat ekonomi, sebab saya melihat upaya peningkatan hubungan ekonomi secara langsung itu sulit mengingat krisis yang sedang membelit Yunani," ujar Duta Besar RI Luar Biasa Berkuasa Penuh untuk Republik Yunani Ahmad Rusdi.

Menurut Dubes, acara yang dikemas cukup sederhana dan prihatin namun meriah ini secara kualitas menjadi sangat spektakuler berkat dukungan dan hubungan baik dengan berbagai mitra, yang telah dijalinnya selama ini.

Sebelumnya dalam sambutannya, Dubes menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan hubungan baik yang sudah terbina dan mempromosikan pariwisata Indonesia khususnya budaya Indonesia yang sangat beragam.

"Dengan lebih dari 400 suku bangsa, Indonesia kaya seni tradisional baik tarian, musik maupun adat istiadat lainnya. Tiap-tiap suku mempunyai tradisi kuliner unik, yang menarik untuk dikunjungi," ujar Dubes.

Dubes yang akan mengemban tugas baru sebagai Kepala Protokol Negara sekalian berpamitan dengan para kolega dan mitra kerja, serta mengharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat Yunani terhadap Indonesia, selain meningkatkan people-to-people contact antara warga kedua negara.

Klimaks penampilan pada malam itu seolah menghipnotis para tamu undangan, yakni Tari Rapai Geleng dari Aceh yang dimainkan dengan ritmik, dinamik dan kecepatan tinggi. Setiap kali jeda gerakan, aplaus para tamu undangan pun membahana.

Disusul kemudian dengan konser angklung interaktif, antara lain memainkan lagu-lagu Nusantara seperti Begawan Solo dan Alusi Au serta lagu-lagu rakyat Yunani seperti "Dinata-dinata" dan "Dari-dari". Tak pelak, pada saat angklung menggetarkan nada-nada yang sudah familiar, para tamu pun ikut terlibat mengiringi.

Setelah itu para tamu mendapat masing-masing satu angklung, kemudian konduktor membimbing mereka bagaimana memainkan instrumen musik dari bambu itu. Suasana riuh-rendah dan takjub mewarnai sesi interaktif tersebut. Puncaknya para tamu diajak bersama-sama memainkan lagu "Edelweis" sesuai not yang mereka pegang.

"Amazing! Luarbiasa. Saya sungguh sangat menikmati persembahan seni budaya negara Anda yang begitu unik," puji Charge de Affairs Kedubes Peru Hernan Delgado.

Sementara sepasang warga masyarakat Yunani kepada Dubes Rusdi menyatakan kekaguman mereka betapa instrumen begitu sederhana dari bambu bisa dimainkan untuk lagu-lagu rakyat Yunani.

"Terutama salut pada sang penyanyi, yang cukup fasih menyanyikan lagu 'Dinata-dinata'dan 'Dari-dari', sebab bahasa Yunani cukup sulit," imbuhnya.

Secara keseluruhan para tamu mengungkapkan kepuasan mereka dan menanyakan kapan jadwal kegiatan budaya berikutnya yang akan diselenggarakan oleh KBRI Athena. Bahkan mereka ingin mengetahui lebih jauh mengenai Indonesia dan menyatakan keinginan untuk berkunjung langsung ke Indonesia.

Malam Indonesia disempurnakan dengan penarikan lucky draws dengan hadiah utama empat tiket pesawat terbang pulang pergi Athena-Bali, setahun berlangganan gratis Insider Magazine dan hadiah lainnya. Acara ini juga mendapat perhatian luas dari sejumlah stasiun televisi setempat.

(es/es)


View the original article here

Aria Bima Sebut Insial EGM yang Sudutkan Dirinya Soal Video Porno

Jakarta Wakil Ketua Komisi VI DPR dari PDIP mempertanyakan motif orang yang disebutkan EGM yang dinilai telah menyudutkannya. Dia juga telah melaporkan EGM ke Polda Metro Jaya.

Aria membenarkan EGM adalah Elia G Muskitta juga Sekjen Parade Nusantara. Arie membenarkan EGM mempunyai website selain kilikitik.net yang sempat dibuatnya.

"EGM itu ya dia. Saya tidak tahu apa motifnya seperti itu. Dia memiliki website kilikitik.net juga website sendiri itu EGM. Itu yang saya laporkan ke polisi. Saya masih bisa tidak meneruskan ini kalau benar ada yang mengakui di video itu bukan saya," kata Aria dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/4/2012).

Dia sendiri merasa tak punya masalah dengan EGM. Dia balik bertanya ada masalah apa si pemilik situs yang kemudian ditutup ini dengan dirinya.

"Saya tidak tahu apa tujuan EGM. Saya tak tahu masalah. Apakah punya masalah atau apa. Saingan politik? Saya nggak tahu. Saingan cinta? Hehehe," katanya.

Dia makin heran dengan media yang sempat memuat dan menyudutkan dirinya. Baginya sungguh tak wajar.

"Milik siapa media itu. Kenapa tidak detikcom, antara, kompas memuat duluan kenapa sejenis kilikitik ini. Saya tidak tahu kilikitik itu apa," katanya.

(van/ndr)


View the original article here

Senin, 30 April 2012

Terkait Video Porno, Elya G Muskitta Dipecat dari Parade Nusantara

Jakarta Parade Nusantara memecat Sekjennya Elya G Muskitta (EGM) terkait ramainya isu video porno mirip anggota DPR dari PDIP Karolin Margret Natasa. Nama EGM ini disebut politisi PDIP Aria Bima sebagai orang yang mengait-kaitkan dirinya dengan video itu.

"Semalam saya sudah mendengar. Hari ini saya berhentikan (Elya), terkait video itu," jelas Ketua Parade Nusantara Sudir Santoso saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (25/4/2012).

Sudir menjelaskan, pemberhentian itu dilakukan agar kasus video porno itu tidak mengaitkan kasus itu dengan Parade Nusantara.

"Jangan sampai video itu membawa-bawa Parade Nusantara. Saya tegaskan, tidak ada hubungannya. Biar ini menjadi clear," tuturnya.

Sudir mengaku sudah 2 hari tidak berkomunikasi dengan Elya. Sudah 2 hari ini juga teleponnya sudah tidak aktif.

Ayah Karolin, Gubernur Kalbar Cornelis sudah membantah putrinya terlibat video itu. Dia menegaskan yang ada di video itu palsu.

Aria Bima juga sempat disebut-sebut terkait sebagai pemain pria dalam video itu. Aria sudah membantahnya. Politisi senior PDIP Pramono Anung juga sudah menegaskan di video itu bukan Aria.

(ndr/asy)


View the original article here

Diperiksa KPK, Sepupu Nunun Mengaku Tak Tahu Peran Miranda

Jakarta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sepupu Nunun Nurbaetie, Yanne Yunarni, sebagai saksi untuk tersangka Miranda S Gultom. Dia mengaku tak tahu peran sang mantan DGS BI di kasus tersebut.

"Sebagai saksi, ya seputar Ibu Miranda," tutur perempuan yang menjabat sebagai Komisaris PT Wahana Eka Sembada ini di kantor KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Rabu (25/4/2012).

Yanne juga mengaku tidak tahu menahu asal usul cek pelawat. Ia beralasan tidak pernah ikut campur dengan cek pelawat yang diduga sebagai fee dalam pemenangan Miranda saat mencalonkan diri sebagai DGS BI tahun 2004.

"Saya tak tahu," jawab Yanne ketika ditanya wartawan mengenai kesaksiannya soal peran Miranda.

Yanne sebelumnya pernah dimintai keterangan dalam persidangan Nunun Nurbaetie di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Ia dihadirkan sebagai saksi meringankan yang dihadirkan tim penasihat hukum Nunun.

(fjr/aan)


View the original article here

Dipergoki Korban, Pencuri Motor di Jl Dewi Sartika Lepaskan Tembakan

Jakarta Pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) makin nekat saja. Seorang pelaku curanmor mengeluarkan tembakan setelah aksi pencurian yang dilakukannya di Jl Dewi Sartika diketahui korbannya. Untungya tembakan itu meleset.

"Pelaku sempat mengeluarkan tembakan sekali, tapi motor yang hendak dicuri tidak berhasil dibawa," kata Kasat Reskrim Polres Jakarata Timur AKBP Dian Perry kepada detikcom, Rabu (25/4/2012). Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati Iptu Bambang mengatakan pencurian kendaraan bermotor ini terjadi di sebuah apotek di kawasan Jl Dewi Sartika, Kramat Jati, Jakarta Timur. Saat itu korban pencurian itu sedang membeli obat di apotek itu.

"Dia pakai motor Vixion diparkir di depan apotek," kata Bambang.

Bambang mengatakan, begitu keluar apotek korban melihat motornya dituntun oleh orang yang tidak dikenal. Korban lantas mendekati pelaku pencurian bermotor itu. "Pelaku pencurian kemudian mengeluarkan pistol rakitan dan menembak tapi tidak kena," katanya.

Bambang mengatakan, peluru itu mengenai tong sampah di apotek itu. Pelaku kemudian meninggalkan motor Vixion milik korban dan kabur dengan menaiki motor yang dikemudikan rekannya. "Temannya sudah nunggu di motor jadi begitu ketahuan langsung kabur," katanya.

(nal/nrl)


View the original article here

Polri Tunggu Hasil Autopsi 3 TKI yang Diduga Korban Perdagangan Organ

Jakarta Polri belum juga menerima hasil autopsi dari tiga jasad TKI asal Lombok Timur, NTB, yang diduga menjadi korban penjualan organ tubuh. Polri akan bertindak bila telah mengantungi hasil dari otopsi tersebut.

"Kita tunggu satu dua hari lagi. Kita masih koordinasikan dengan pihak keluarga. Kita tunggu perkembangan hari ini sampai besok," terang Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Boy Rafli Amar, di Jakarta, Rabu (25/4).

Bila nanti dari hasil autopsi menyebutkan adanya organ tubuh yang hilang dari tiga TKI tersebut, Polri akan kerjasama Internasional. "Karena ini menyangkut negara," kata Boy.

Boy menjelaskan, Polri terus melakukan koordinasi dengan pihak keluarga dan instansi terkait guna menyelidiki dugaan tersebut melalui proses autopsi.

"Jadi kita lihat saja lebih lanjut berdasarkan hasil koordinasi dan saat ini masih berjalan," ungkapnya.

Tiga TKI yang diduga menjadi korban penjualan organ tubuh itu adalah Herman (34), Abdul Kadir Jaelani (25), dan Mad Noor (28). Mereka telah dimakamkan pada 6 April 2012. Ketiganya tewas ditembak polisi Malaysia. Dalam dokumen kematian, satu TKI terkena tembakan di kepala, seorang lagi terkena tembakan berganda dan seorang lainnya terkena tembakan dalam jumlah banyak.

Namun keluarga yang melihat mayat TKI di Malaysia menemukan kejanggalan pada jasad ketiga TKI tersebut. Kejanggalan itu terdapat pada jahitan tubuh korban. Ketiganya mendapati jahitan yang sama. Semua korban dijahit pada bagian kedua matanya, di dada bagian atas dari dekat lengan kanan ke lengan kiri terdapat jahitan lurus melintang.

Jahitan juga terlihat dari dada hingga ke bagian tengah perut nyambung tengah jahitan atas terjahit hingga bawah pusar. Sementara di bawah pusar terlihat jahitan dari perut bagian kiri hingga bagian kanan.

(ahy/mok)


View the original article here

Aria Bima: Karolin Membantah Pelaku Video Porno

Jakarta Wakil Ketua Komisi VI DPR dari PDIP Aria Bima membantah tersangkut video porno mirip anggota DPR. Dia menegaskan, koleganya Karolin Margret Natasha yang juga anggota Komisi IX DPR dari PDIP yang disebut mirip wanita dalam video tersebut juga telah membantah.

"Bukan sama Mbak Karol saja, suaminya saya tanyakan juga itu nggak benar. Itu nanti ada klarifikasi di tingkat pengacaranya," kata Aria dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/4/2012).

Aria sendiri sudah sudah mengklarifikasi secara langsung. Dia merasa perlu membersihkan nama baiknya.

"Saya butuh pembersihan nama baik saya. Karena anak-anak itu sudah SMP sudah melek teknologi," katanya.

Sebelumnya dalam konferensi pers Aria membantah semua tudingan soal video porno mirip anggota DPR. Dia sendiri mengaku tak punya hubungan khusus dengan Karolin.

"Hubungan saya dengan karolina adalah perkawanan dalam kinerja di DPR dan fraksi. Tidak ada hubungan pribadi yang lebih apalagi hubungan cinta dan dikatakan sampai punya anak satu. Ini adalah pembunuhan karakter. Apalagi sama-sama memiliki sebuah apartemen. Ini menyakitkan," tegas Aria.

(van/ndr)


View the original article here

Minggu, 29 April 2012

Transaksi Wa Ode Tekait Pencucian Uang Lebih Rp 10 M

Jakarta Politisi PAN Wa Ode Nurhayati ditetapkan sebagai tersangka kasus pencucian uang oleh KPK. Lembaga antikorupsi tersebut mensinyalir harta Wa Ode yang 'dicuci' senilai Rp 10 miilliar.

"Dari info yang disampaikan penyidik ada transaksi mencurigakan Rp 10 miliar lebih diduga hasil dari TPPU dari pengembangan suap DPPID," kata Juru Bicara KPK Johan Budi di kantornya, Jl Rasuna Said, Jaksel, Rabu (25/4/2012).

KPK, Selasa (24/4) kemarin, mengumumkan penetapan status tersangka baru untuk mantan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR Wa Ode Nurhyati. Kali ini, ia ditetapkan tersangka dalam proses penyidikan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari kasus suap Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID).

Johan mengatakan, Wa Ode dijerat dengan Pasal 3 atau Pasal 4 atau Pasal 5 UU/8/2010 Tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Namun, saat ditanya bentuk pencucian uang yang dilakukan oleh Wa Ode, Johan tidak bisa menjelaskan lebih jauh. Ia hanya mengatakan bahwa KPK menemukan ada harta milik Wa Ode yang berasal dari hasil tindak pidana pencucian uang kasus suap DPPID.

Untuk diketahui, berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK per tanggal 30 November 2009 , total harta kekayaan Wa Ode sebesar Rp 5,542 miliar.

Sebelumnya, Wa Ode juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus DPPID. Wa Ode diduga telah menerima suap sebesar Rp 6,9 miliar dari Haris Surahman, kader Partai Golkar lainnya.

(fjp/mok)


View the original article here

Listrik Padam, KRL Kebayoran & Palmerah Sempat Stop Operasi

Jakarta Ganguan listrik pada Gardu Gandul, Jakarta Selatan, berimbas pada perjalanan KRL. Lintasan KRL di kawasan Kebayoran dan Palmerah tidak bisa dilalui karena listrik mati.

"Kereta di rute Kebayoran dan Palmerah sempat tidak bisa jalan sama sekali," kata Kahumas Daops I Mateta Rizalulhaq kepada detikcom, Rabu (25/4/2012).

Mateta mengatakan, gangguan ini terjadi antara pukul 13.26 WIB hingga pukul 15.10 WIB. Menurutunya saat ini KRL mulai bisa jalan kembali. "Tadi mati karena tidak ada listriknya, kalau sekarang sudah bisa jalan lagi," katanya.

Gangguan listrik di Gardu Gandul ini juga membuat lampu merah di berbagai kawasan Jakarta padam. Pemadaman ini membuat hampir seluruh perempatan Jakarta Pusat dan Jakarta Barat ikut padam.

"Lalu lintas di Jakpus atau Jakbar secara umum trouble di setiap perempatan. Akibatnya terjadi kepadatan lalu lintas," kata petuga TMC Polda Metro Jaya Briptu Imam saat dihubungi detikcom, Rabu (25/4/2012) pukul 15.10 WIB.

(nal/nwk)


View the original article here

Karyawan TIKI Tewas Terjepit Lift karena Lalai, Tak Ada Tersangka

Jakarta Karyawan TIKI Pulogadung (sebelumnya ditulis Kabag), Suyoto tewas terjepit lift di kantornya di Jl Pemuda, Pulogadung, Jakarta Timur. Bahkan kaki kanan korban patah dan pinggang memar.

"Saat itu korban hendak mengeluarkan paket barang dari lift. Ketika itu lift tergelincir, jatuh ke bawah ke lantai 1. Korban yang hendak mengeluarkan barang tersebut terjepit di bagian kaki kanan hingga patah dan pinggang memar, " ujar Kasi Humas Polsek Pulogadung Iptu Abdul Chafid, di Polsek Pulogadung, jalan Perintis Kemerdekaan, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (25/4/2012).

Menurut Abdul, Sanyoto tewas di lift barang. Saat itu Sanyoto dari lantai 4 menuju lantai 1. Lift macet di lantai 2.

"Pada saat kejadian tidak ada yang tahu persis," kata dia.

Abdul menambahkan, ketika salah satu karyawan datang, Sanyoto sudah meninggal dengan posisi terjepit. Kejadiannya tepat pukul 00.30 WIB dan dilaporkan pukul 01.00 WIB.

"Polisi datang ke TKP pukul 01.15 WIB," ucap Abdul.

Abdul menuturkan, tidak ada yang menjadi tersangka atas tewasnya Sanyoto. Sebab insiden itu akibat kelalaian korban.

"Nggak ada yang dijadikan tersangka karena ini kan kelalaian korban sendiri," tuturnya.

(nik/nrl)


View the original article here

Marwah Daud Deklarasikan Partai Republik, Buktikan Politik Tidak Kotor

Jakarta Politisi Marwah Daud Ibrahim mendeklarasikan Partai Republik. Ia berjanji partainya bakal membawa perubahan dan membuktikan politik itu tidak kotor.

Deklarasi Partai Republik yang dibalut judul Republik Memanggil ini digelar di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (25/4/2012). Acara ini dihadiri
40 orang pengurus partai, Marwah duduk sebagai ketua umum.

Marwah membacakan surat dari Kemenkum HAM yang menyatakan Partai Republik sudah berbadan hukum.

"Partai Republik menargetkan dalam 100 tahun setelah kemerdekaan Republik Indonesia atau pada tahun 2045, Indonesia menjadi pemimpin peradaban di Asia dan Dunia," kata Marwah.

Oleh karena itu, kata Marwah, Partai Republik mencoba memanggil semua orang, semua lapisan masyarakat untuk berpartisipasi membangun negeri ini.

"Kami akan buktikan bahwa politik itu tidak kotor. Melalui Republik, kita berjuang bersama membuat perbedaan kalau politik itu tidak kotor," ujar mantan politisi Partai Golkar ini.

Menurut dia, caranya mengubah mindset tentang politik, target dan tugas partai, rekrutmen pemimpin nasional, sumber daya dan sumber dana serta misi utama.

Apakah Partai Republik ikut Pemilu 2014? "Sampai saat ini, kita masih menunggu judicial review di MK. Apakah perlu diverifikasi ulang atau semua partai yang sudah berbadan hukum bisa mengikuti Pemilu," jawab Marwah.

Ditambahkan dia, Partai Republik saat ini masih mempersiapkan kader dan kepengurusan di daerah sambil menunggu hasil judicial review tersebut.

Marwah Daud lahir di Soppeng, 8 November 1956. Sebelumnya dia dikenal aktif di Golkar, ICMI, dan Kahmi.

(aan/nrl)


View the original article here