Kapal Bahuga Jaya tenggelam setelah ditabrak kapal tanker Norgas
Chantika di perairan Selat Sunda beberapa waktu lalu. Anggota komisi V
DPR, Saleh Husein berpendapat bahwa dalam kecelakaan ini ada
kejanggalan.
"Secara kasat mata masih tanda tanya besar bagi
saya. Kok di laut luas begitu kapal yang begitu besar bisa tabrakan,"
heran salah satu anggota komisi yang membidangi masalah perhubungan dan
transportasi.
Saleh mengatakan hal tersebut sesaat sebelum
menghadiri rapat komisi V di gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakpus,
Rabu (3/10/12).
Sekretaris Fraksi Hanura ini mengatakan bahwa
jalur di perairan selat sunda itu memang merupakan jalur internasional.
Namun kecelakaan di trayek kapal Bahuga Jaya seharusnya tidak terjadi
karena trayek tersebut sudah rutin.
"Itu memang jalur
internasional, jadi kapal dari Eropa ke arah Singapura, Filipina dan
pokoknya yang masuk ke Asia Pasifik pasti lewat situ. Tapi, jalur Merak
Bakahueni itu kan sudah jalur rutin. Kok bisa bertabrakan," lanjutnya.
Saleh
menambahkan bahwa setelah komisi V dapat mengetahui lebih lanjut
mengenai penyebab kecelakaan maka selanjutnya baru bisa diketahui
siapakah yang harus bertanggung jawab.
"Justru itu, pasca diketahui penyebabnya kemudian tentu akan diketahui siapa yang bertanggung jawab," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar