Rabu, 02 Mei 2012

Santunan ke Pihak Keluarga TKI Tak Selesaikan Masalah

Jakarta Anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, berharap penyelesaian kasus tewasnya tiga TKI asal NTB tidak seperti kasus-kasus tewas TKI sebelumnya. Rieke tidak ingin penyelesaian kasus ini hanya sebatas pada pemberian santunan dari pemerintah.

"Kami desak pemerintah jangan sampai penyelesaian hanya berupa santunan ke pihak keluarga, karena itu tidak menyelesaikan masalah," kata Rieke saat konpers di ruang wartawan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/4/2012).

Rieke mengambil contoh kasus TKI asal Sampang, Jawa Timur, yang tewas ditembak oleh polisi Malaysia dua tahun lalu. Menurutnya, kasus itu tidak diusut secara tuntas dan berhenti pada pemberian santunan kepada keluarga korban.

Tak ingin kejadian serupa terulang, Rieke mendesak pemerintah untuk menyelidiki kasus ini hingga tuntas. Menurut Rieke, langkah awal yang harus dilakukan adalah melakukan otopsi ulang.
"Kami mendesak dilakukan otopsi ulang tak ada alasan lagi, apalagi sudah memegang surat dari tiga keluarga," pungkasnya.

Pemerintah Harus Akhiri Impunitas Tindak Kekerasan Polisi

Jakarta Amnesty International meminta pemerintah mengakhiri impunitas terhadap polisi. Amnesty International juga prihatin atas kekerasan yang dilakukan anggota kepolisian terhadap warga sipil yang memperjuangkan hak dan pendapatnya.

"Polisi Indonesia menggunakan kekuatan yang berlebihan dengan melakukan kekerasan tanpa memperhatikan hak korban," ucap Koordinator Amnesty International Indonesia-Tmor Leste Asia Pasific Regional, Josef Benedict, dalam jumpa persnya di kantor Kontras, Jalan Mendut, Jakarta, Rabu (25/4/2012).

"Polisi di Indonesia, melakukan kekerasan terhadap orang tanpa takut dihukum. Dan kalaupun dihukum, sanksinya ringan," sambung Josef.

Ia mencontohkan, tragedi tanggal 24 Desember 2011, yang terjadi di Pelabuhan Sape, Bima, NTB di mana, aparat kepolisian melakukan kekerasan terhadap massa yang menentang pemberian izin eksploitasi tambang.

"Dalam kejadian itu ada tiga orang tewas dan ratusan luka-luka. Dan 5 pelaku dari polisi hanya diberi sanksi disiplin yaitu cuma 3 hari masa kurungan. Tidak diusut ke masalah kriminalnya," pungkasnya.

Hal serupa, lanjut Josef, juga terjadi di Papua pada tanggal 19 Oktober 2011 ketika polisi dan militer mengepung lokasi penyelenggaraan Konres Rakyat Papua III.

"Yang menganiaya memang diberi sanksi disiplin dan tidak diketahui adanya penyidikan kriminal atas korban yang tewas," paparnya.

Akibat kejadian itu, Amnesty Internasional mendesak pemerintah untuk memperbaiki strategi polisi dalam penangkapan dan penjagaan ketertiban umum.

"Memastikan juga agar semua petugas kepolisian memahami Peraturan Kapolri nomor 1 tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian," tutup Josef.

(rvk/mok)


View the original article here

Selasa, 01 Mei 2012

Aria Bima Sebut Inisial EGM yang Sudutkan Dirinya Soal Video Porno

Jakarta Wakil Ketua Komisi VI DPR dari PDIP mempertanyakan motif orang yang disebutkan EGM yang dinilai telah menyudutkannya. Dia juga telah melaporkan EGM ke Polda Metro Jaya.

Aria membenarkan EGM adalah Elia G Muskitta juga Sekjen Parade Nusantara. Arie membenarkan EGM mempunyai website selain kilikitik.net yang sempat dibuatnya.

"EGM itu ya dia. Saya tidak tahu apa motifnya seperti itu. Dia memiliki website kilikitik.net juga website sendiri itu EGM. Itu yang saya laporkan ke polisi. Saya masih bisa tidak meneruskan ini kalau benar ada yang mengakui di video itu bukan saya," kata Aria dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/4/2012).

Dia sendiri merasa tak punya masalah dengan EGM. Dia balik bertanya ada masalah apa si pemilik situs yang kemudian ditutup ini dengan dirinya.

"Saya tidak tahu apa tujuan EGM. Saya tak tahu masalah. Apakah punya masalah atau apa. Saingan politik? Saya nggak tahu. Saingan cinta? Hehehe," katanya.

Dia makin heran dengan media yang sempat memuat dan menyudutkan dirinya. Baginya sungguh tak wajar.

"Milik siapa media itu. Kenapa tidak detikcom, antara, kompas memuat duluan kenapa sejenis kilikitik ini. Saya tidak tahu kilikitik itu apa," katanya.

(van/ndr)


View the original article here

Parade Nusantara: Elya & Karolin Garap Bareng Proyek Advance Borneo

Jakarta Ketua Parade Nusantara Sudir Santoso kaget saat isu video porno mirip anggota DPR Karolin Margret Natasha merebak. Apalagi kemudian video dikaitkan dengan organisasinya karena nama Elya G Muskitta yang menjabat sekjen, disebut terlibat.

Munculnya nama Elya G Muskitta (EGM) ini diungkap politisi PDIP Aria Bima. Lantas apakah memang ada hubungan khusus antara Elya dengan Karolin? Sudir mengungkap bahwa antara Karolin dengan Elya memang pernah bekerja sama menggarap proyek pemberdayaan ekonomi.

"Saya dan Budiman Sudjatmiko pernah diundang peresmian Advance Borneo. Itu pemberdayaan ekonomi. Kerja bareng Karolin dan Elya," kata Sudir saat berbincang, Rabu (25/4/2012).

Namun umur proyek itu tidak bertahan lama, hanya 3 bulan saja. Diresmikan Januari 2012, pada Maret sudah bubar. "Saya nggak tahu apa penyebabnya," tambah Sudir.

Hingga kemudian, dia mendengar adanya ramai-ramai video itu muncul. Isu pun menyebut video itu mirip Karolin dan ada kaitan dengan Elya.

"Jadi menurut saya, ini tidak ada urusan dengan PDIP. Ini personal Elya Muskitta dan Karolin, tidak ada muatan politik. Saya kira kenakalan anak-anak iseng," jelasnya.

Sebelumnya ayahanda Karolin, Gubernur Kalbar Cornelis membantah kalau yang ada di video itu putrinya. Dia juga menyebut ada motif politik di balik video itu.

Hingga saat ini, detikcom belum berhasil menghubungi Elya Muskitta. Dua nomor telepon genggamnya yang dihubungi detikcom, tidak aktif.

(ndr/asy)


View the original article here

Listrik Padam, Penerbangan Bandara Soekarno-Hatta Tak Terganggu

Tangerang Pemadaman listrik yang dilakukan PLN di Jakarta dan Tangerang juga menjalar ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Meski demikian, penerbangan tidak terganggu.

Petugas Officer In Charge Terminal 2 Bandara, Slamet ketika dihubungi membenarkan adanya pemadaman di Bandara. "Benar sampai saat ini dari beberapa menit yang lalu padam. Baik terminal 1,2 dan 3 seluruh lampu dan AC padam. Tapi kegiatan penerbangan tidak ada yang terganggu," ujar Slamet.

Slamet mengatakan, kenapa tidak terganggu, karena pihak PT Angkasa Pura II memiliki backup listrik sendiri. "Sehingga sistem komputer, baik check-in semua masih terkendali," jelasnya.

Di wilayah Tangerang, Banten, sejumlah kecamatan juga padam. Seperti di Kecamatan Tangerang dan Babakan. Belum ada konfirmasi dari petugas PLN, soal pemadaman tersebut.

(try/try)


View the original article here

Golkar: Forum DPD II Ilegal

Jakarta Forum DPD II yang dikomandoi oleh Ketua DPD II Golkar Banda Aceh, Muntasir Hamid, dianggap ilegal oleh DPP Golkar. Forum tersebut dinilai mengganggu kewibawaan partai.

"Forum yang dilakukan oleh Pak Muntasir itu tidak ada dalam aturan partai," kata Bendahara Umum Partai Golkar, Setya Novanto, saat berdiskusi dengan wartawan di ruang fraksi Golkar Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/4/2012).

Menurut Setya, timbulnya masalah dalam Rapimnas partai adalah hal yang biasa. Hal tersebut, ia menambahkan, adalah bagian dari proses demokrasi dalam sebuah partai politik. Namun, jangan sampai penyaluran aspirasi mengganggu kewibawaan partai.

"Masalah sebelum Rapimnas pasti ada beberapa yang berkembang, pasti ada beberapa aspirasi. Tetapi forum itu tidak ada dalam aturan partai," jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Golkar, Azis Syamsuddin, yang juga hadir dalam diskusi tersebut memperkuat pernyataan Setya. Menurutnya, forum yang dibentuk oleh Muntasir tidak diakui dalam anggaran dasar Golkar.

"Forum itu tidak dikenal dalam anggaran dasar kita," ujar Azis.

Mengenai sanksi yang akan diberikan kepada Muntasir, Aziz menyatakan Golkar masih akan membahas hal tersebut dalam rapat internal partai. "Kita lihat perkembangan dalam rapat," imbuhnya.

(trq/mok)


View the original article here

Spektakuler, Malam Indonesia Sedot Kelas Menengah Atas Yunani

Athena Sebagaimana di negara lain, krisis di Yunani tak terlalu berpengaruh pada daya beli sebagian masyarakatnya. Kelas ini didekati untuk membelanjakan uangnya ke Indonesia, melancong untuk melepas kepenatan.

Upaya pendekatan itu dilakukan KBRI Athena dengan acara Indonesian Night bekerjasama dengan The Westin Astir Palace Hotel, Travel Plan, Insider Magazine dan Qatar Airways bertempat di The Westin, Astir Palace Hotel Athena (24/4/2012) waktu setempat.

Hadir menurut keterangan Pelaksana Fungsi Pensosbud Jani Sasanti kepada detikcom antara lain Irjen Kemlu Yunani Stavros I. Lykidis, Pejabat Urusan Diplomatik Istana Presiden Harris Deparanos, sejumlah Duta Besar negara sahabat, pejabat pemerintah Yunani, kalangan pengusaha, korps diplomatik di Athena, anggota Women International Club, dan warga Yunani Sahabat Indonesia memadati Cosmos Hall berkapasitas 500 orang.

Sejumlah tarian seperti Tari Piring, Tari Lenggang Nyai dan Tari Rapai Geleng disajikan dengan rancak oleh Grup Gema Citra Nusantara pimpinan Mira Arismunandar, dirangkai dengan Konser Angklung Interaktif.

Acara ini merupakan bagian dari Indonesian Food Festival yang digelar oleh hotel berbintang lima tersebut sejak 20/4 dan akan berlangsung sampai 29/4/2012. Dua chef spesialis kuliner otentik Indonesia didatangkan dari tanah air.

Selama periode tersebut setiap hari restauran hotel menyediakan khusus menu Indonesia seperti Salad Solo, Gado-gado Jakarta, Otak-otak Ikan, Tahu Gejrot, Karedok Bogor, Lumpia Semarang, Sate Ayam, Soto Kudus, Kimlo Solo dan Laksa Bogor. Harga bervariasi dari 8 sampai 14 Euro,

Sebagai hidangan utama Nasi Uduk, Nasi Liwet Solo, Nasi Bali, Mie Godok Jawa, Tongseng Beef, Nasi Timbel, Nasi Lombok, dan Nasi Begana, dengan porsi minimalis dan presentasi indah standar hotel berbintang. Sekepal main course ini harganya rata-rata berkisar antara 20 sampai 25 Euro.

Sementara hidangan penutup yang disediakan antara lain Pisang Goreng Saus Coklat, Klepon, Ongol-ongol Pelangi, Urap campur dan Wajik Ketan dengan harga rata-rata 7 Euro. Kemudian juga ada Bandrek (5 euro) dan Wedan g Jahe (4 euro).

Khusus untuk Indonesian Night, para tamu undangan dapat menikmati kuliner eksotis dan lezat dari Indonesia itu secara cuma-cuma.

Seluruh interior restauran dan lobi Cosmos Hall disulap menjadi bernuansa Indonesia, lengkap dengan dekor dinding bermotif batik sampai payung Bali, ukiran Bali, congklak, keris, wayang kulit, wayang golek, gamelan, berbagai macam topeng tradisonal, serta Patung Garuda Jatayu setinggi 2 meter di depan pintu masuk restauran menyambut para tamu.

"Saya lebih menekankan di bidang sosial budaya untuk manfaat ekonomi, sebab saya melihat upaya peningkatan hubungan ekonomi secara langsung itu sulit mengingat krisis yang sedang membelit Yunani," ujar Duta Besar RI Luar Biasa Berkuasa Penuh untuk Republik Yunani Ahmad Rusdi.

Menurut Dubes, acara yang dikemas cukup sederhana dan prihatin namun meriah ini secara kualitas menjadi sangat spektakuler berkat dukungan dan hubungan baik dengan berbagai mitra, yang telah dijalinnya selama ini.

Sebelumnya dalam sambutannya, Dubes menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan hubungan baik yang sudah terbina dan mempromosikan pariwisata Indonesia khususnya budaya Indonesia yang sangat beragam.

"Dengan lebih dari 400 suku bangsa, Indonesia kaya seni tradisional baik tarian, musik maupun adat istiadat lainnya. Tiap-tiap suku mempunyai tradisi kuliner unik, yang menarik untuk dikunjungi," ujar Dubes.

Dubes yang akan mengemban tugas baru sebagai Kepala Protokol Negara sekalian berpamitan dengan para kolega dan mitra kerja, serta mengharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat Yunani terhadap Indonesia, selain meningkatkan people-to-people contact antara warga kedua negara.

Klimaks penampilan pada malam itu seolah menghipnotis para tamu undangan, yakni Tari Rapai Geleng dari Aceh yang dimainkan dengan ritmik, dinamik dan kecepatan tinggi. Setiap kali jeda gerakan, aplaus para tamu undangan pun membahana.

Disusul kemudian dengan konser angklung interaktif, antara lain memainkan lagu-lagu Nusantara seperti Begawan Solo dan Alusi Au serta lagu-lagu rakyat Yunani seperti "Dinata-dinata" dan "Dari-dari". Tak pelak, pada saat angklung menggetarkan nada-nada yang sudah familiar, para tamu pun ikut terlibat mengiringi.

Setelah itu para tamu mendapat masing-masing satu angklung, kemudian konduktor membimbing mereka bagaimana memainkan instrumen musik dari bambu itu. Suasana riuh-rendah dan takjub mewarnai sesi interaktif tersebut. Puncaknya para tamu diajak bersama-sama memainkan lagu "Edelweis" sesuai not yang mereka pegang.

"Amazing! Luarbiasa. Saya sungguh sangat menikmati persembahan seni budaya negara Anda yang begitu unik," puji Charge de Affairs Kedubes Peru Hernan Delgado.

Sementara sepasang warga masyarakat Yunani kepada Dubes Rusdi menyatakan kekaguman mereka betapa instrumen begitu sederhana dari bambu bisa dimainkan untuk lagu-lagu rakyat Yunani.

"Terutama salut pada sang penyanyi, yang cukup fasih menyanyikan lagu 'Dinata-dinata'dan 'Dari-dari', sebab bahasa Yunani cukup sulit," imbuhnya.

Secara keseluruhan para tamu mengungkapkan kepuasan mereka dan menanyakan kapan jadwal kegiatan budaya berikutnya yang akan diselenggarakan oleh KBRI Athena. Bahkan mereka ingin mengetahui lebih jauh mengenai Indonesia dan menyatakan keinginan untuk berkunjung langsung ke Indonesia.

Malam Indonesia disempurnakan dengan penarikan lucky draws dengan hadiah utama empat tiket pesawat terbang pulang pergi Athena-Bali, setahun berlangganan gratis Insider Magazine dan hadiah lainnya. Acara ini juga mendapat perhatian luas dari sejumlah stasiun televisi setempat.

(es/es)


View the original article here

Aria Bima Sebut Insial EGM yang Sudutkan Dirinya Soal Video Porno

Jakarta Wakil Ketua Komisi VI DPR dari PDIP mempertanyakan motif orang yang disebutkan EGM yang dinilai telah menyudutkannya. Dia juga telah melaporkan EGM ke Polda Metro Jaya.

Aria membenarkan EGM adalah Elia G Muskitta juga Sekjen Parade Nusantara. Arie membenarkan EGM mempunyai website selain kilikitik.net yang sempat dibuatnya.

"EGM itu ya dia. Saya tidak tahu apa motifnya seperti itu. Dia memiliki website kilikitik.net juga website sendiri itu EGM. Itu yang saya laporkan ke polisi. Saya masih bisa tidak meneruskan ini kalau benar ada yang mengakui di video itu bukan saya," kata Aria dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/4/2012).

Dia sendiri merasa tak punya masalah dengan EGM. Dia balik bertanya ada masalah apa si pemilik situs yang kemudian ditutup ini dengan dirinya.

"Saya tidak tahu apa tujuan EGM. Saya tak tahu masalah. Apakah punya masalah atau apa. Saingan politik? Saya nggak tahu. Saingan cinta? Hehehe," katanya.

Dia makin heran dengan media yang sempat memuat dan menyudutkan dirinya. Baginya sungguh tak wajar.

"Milik siapa media itu. Kenapa tidak detikcom, antara, kompas memuat duluan kenapa sejenis kilikitik ini. Saya tidak tahu kilikitik itu apa," katanya.

(van/ndr)


View the original article here