"Saya sama teman bertiga lagi nyari kosan, pas udah mau pulang (nyari kosan), tas saya ditarik sama jambret, dia (pelaku) naik motor. Nggak boncengan. (Pelaku) Sendiri aja," ujar Isnani, usai melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsektro Jatinegara, Senin (24/9/2012) sore.
Isnani menceritakan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB dan berlangsung sangat cepat. Dirinya yang panik tidak sempat melihat nopol motor pelaku.
"Saya nggak lihat banget motornya. Posisi saya lagi jalan di sebelah kiri. Yang hilang di tas itu handphone BB, Dompet, surat-surat penting. Ada uang Rp 300 ribu lebih di dompet sama ATM," ujar Isnani.
Isnani menduga pelaku yang membawa lari tasnya tidak bertindak sendirian, melainkan berkomplot. Sebab Isnani mengaku dirinya 'dipaksa' seseorang untuk melintas di lokasi yang rawan kejahatan.
"Soal sempat ada orang yang memaksa kami melintas di lokasi kejadian, padahal saya baru tahu di situ kata tukang ojek memang rawan. Jambretnya sendirian, tapi kayaknya komplotan. Soalnya tadi ada ibu-ibu yang maksa saya supaya lewat jalan di situ," lanjutnya.
Setelah kejadian nahas itu, Isnani bersama kedua temannya langsung melaporkan kejadian tersebut di Polsektro Jatinegara. "Iya tadi laporan ke polisi. Nanti katanya mau diurus, ini dikasih surat-surat yang buat ngurus STNK," tandasnya.
(edo/rmd)
Tutup Share to Facebook:
You are redirected to Facebook
Sending your message
Tidak ada komentar:
Posting Komentar