Pantauan detikcom di rumah duka RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (24/9/2012), jenazah Alawy telah dibawa ke kediamannya di Kompleks Cileduk Indah Jl Mawar V, Blok E 10/10, Tangerang Selatan, Banten, dengan menggunakan ambulance sekitar pukul 18.00 WIB.
Ayahnya, Tauri Yusianto, menemani di dalam ambulance. Mereka menunggang beberapa mobil dan puluhan motor, mengiringi perjalanan ambulance ke rumah duka. Suasana haru sangat terasa di rumah sakit itu.
Ibu Alawy, Endang Pujiastuti yang mengenakan kerudung ungu tidak hentinya menangis. Kakak perempuan Alawy yang berada di samping ibunya juga terus menumpahkan air mata.
Rencananya Alawy akan dimakamkan besok di pemakaman Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat. "Besok sekitar pukul 10.00 WIB," kata Tauri, saat ditemui di RS Fatmawati.
Alawy merupakan siswa kelas I berusia 15 tahun. Menurut saksi mata ketika tawuran pecah, Alawy sedang makan gulai di tikungan Bulungan (gultik). Dia lantas lari menyelamatkan diri bersama teman-temannya.
Malang, dia terjatuh di depan KFC Bulungan dan langsung mendapat sabetan celurit di dadanya. Remaja kelahiran 1997 itu pun meninggal dunia.
Jarak SMA 6 dan SMA 70 berjarak 300 meter saja, tak jauh dari Blok M Plaza. Siswa kedua SMA unggulan itu selama ini sering tawuran.
(trq/lh)
Tutup Share to Facebook:
You are redirected to Facebook
Sending your message
Tidak ada komentar:
Posting Komentar