Jakarta Perkara suap Bupati Buol di Pengadilan Tipikor memasuki babak baru, pemeriksaan saksi. Direktur Utama PT Hardaya Inti Plantations (HIP), Hartati Murdaya, disebut saksi mengetahui soal pemberian uang untuk Bupati Buol, Amran Batalipu. Financial Controller, Arim, mengaku pernah mengadakan pertemuan dengan Amran di Hotel Grand Hyatt. Selain Arim dan Amran, hadir dalam pertemuan itu adalah Hartati serta Totok Lestiyo.
Saat itu, Amran meminta bantuan logistik untuk menghadapi Pilkada sebesar Rp 3 miliar. Menurut Arim, Hartati menyetujui permintaan itu. Namun di satu sisi, Hartati berkeluh kesah kepada Amran mengenai maraknya demo di PT HIP serta masalah lahan perusahaannya yang bersengketa dengan PT Sonokeling.
"Ibu (Hartati) setuju (beri uang) tapi tidak spesifik untuk apa (soal Pilkada atau keluhan)," tutur Arim saat bersaksi untuk terdakwa Direktur Operasional PT HIP, Gondo Sudjono Notohadi Susilo, di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Senin (24/9/2012).
Permintaan itu direalisasikan dalam dua tahap penyerahan. Untuk tahap pertama Arim ikut mengantarkan uang Rp 1 miliar ke rumah Amran. Penyerahan itu dilakukan oleh GM Supporting PT HIP Yani Ansori.
Uang itu seluruhnya berasal dari kas perusahaan. Bahkan Hartati dan Arim pernah berkomunikasi via telepon membicarakan soal uang Rp 1 miliar. Hartati memakai istilah Rp 1 miliar dengan 1 Kg.
"1 Kg itu artinya Rp 1 miliar," jelas Arim.
Arim mengaku ikut mempersiapkan untuk penyerahan tahap selanjutnya. Namun ia tidak dapat memastikan apakah uang Rp 2 miliar sampai ke tangan Amran.
Uang Rp 3 miliar itu dimasukkan ke dalam kas pengeluaran perusahaan. Awalnya ditulis sebagai pembelian sparepart. Namun diubah menjadi sumbangan.
"Yang nyuruh Pak Totok," terang Arim.
(mok/trq)
Tutup Share to Facebook:
You are redirected to Facebook
Sending your message
Tidak ada komentar:
Posting Komentar