"Kita tunggu satu dua hari lagi. Kita masih koordinasikan dengan pihak keluarga. Kita tunggu perkembangan hari ini sampai besok," terang Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Boy Rafli Amar, di Jakarta, Rabu (25/4).
Bila nanti dari hasil autopsi menyebutkan adanya organ tubuh yang hilang dari tiga TKI tersebut, Polri akan kerjasama Internasional. "Karena ini menyangkut negara," kata Boy.
Boy menjelaskan, Polri terus melakukan koordinasi dengan pihak keluarga dan instansi terkait guna menyelidiki dugaan tersebut melalui proses autopsi.
"Jadi kita lihat saja lebih lanjut berdasarkan hasil koordinasi dan saat ini masih berjalan," ungkapnya.
Tiga TKI yang diduga menjadi korban penjualan organ tubuh itu adalah Herman (34), Abdul Kadir Jaelani (25), dan Mad Noor (28). Mereka telah dimakamkan pada 6 April 2012. Ketiganya tewas ditembak polisi Malaysia. Dalam dokumen kematian, satu TKI terkena tembakan di kepala, seorang lagi terkena tembakan berganda dan seorang lainnya terkena tembakan dalam jumlah banyak.
Namun keluarga yang melihat mayat TKI di Malaysia menemukan kejanggalan pada jasad ketiga TKI tersebut. Kejanggalan itu terdapat pada jahitan tubuh korban. Ketiganya mendapati jahitan yang sama. Semua korban dijahit pada bagian kedua matanya, di dada bagian atas dari dekat lengan kanan ke lengan kiri terdapat jahitan lurus melintang.
Jahitan juga terlihat dari dada hingga ke bagian tengah perut nyambung tengah jahitan atas terjahit hingga bawah pusar. Sementara di bawah pusar terlihat jahitan dari perut bagian kiri hingga bagian kanan.
(ahy/mok)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar