"Diperkirakan ada 30 rumah. Penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik dari rumah Ketua RT 3, Baneang," kata Ketua RW 4, Andi (49), kepada wartawan di lokasi, Rabu (25/4/2012).
Sebanyak 30 rumah petak setengah batu bata tersebut luluh lantak, yang tersisa hanya tinggal abu hitam yang membekas. Para pemilik rumah hanya bisa menatap sisa bangunan dan tidak sedikit di antaranya meneteskan air mata sambil terduduk lemas.
"Ada 30 mobil pemadam kebakaran yang diterjunkan, kerugian belum bisa dipastikan," kata seorang anggota polisi, Aiptu Jono.
Saat ini pendinginan masih terus dilakukan oleh petugas. Beberapa petugas masih menelusuri dengan pasti sebab terjadinya kebakaran. Bau asap bercampur air masih tercium.
"Saat terjadi kebakaran, saya sedang masak di luar rumah. Tiba-tiba api di belakang sudah membesar. Saya langsung kabur," kata Inin (64), yang tinggal mempunyai harta baju yang melekat di badan saja.
Pemadam tampak kesulitan memadamkan api lantaran sulit menjangkau lokasi kebakaran. Mobil pemadam kebakaran hanya dapat diparkir di ujung jalan. Warga sekitar masih ramai menonton lokasi kebakaran.
(asp/nrl)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar