Aburizal Bakrie. Jakarta Kisruh di internal Partai Golkar menjelang Rapimnasus dengan agenda pencapresan Aburizal Bakrie, ditanggapi ringan oleh Agung Laksono. Polemik tentang metode survei yang dijadikan dasar mengusung Ketua Umum Partai Golkar sebagai bakal capres 2014, secara tidak langsung ikut mempopulerkan nama Ical. "Iya biasa ini. Anggap saja promosi gratis," ujar Agung yang dicegat wartawan di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (24/4/2012).
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menyatakan siap menjelang ajang kontestasi selalu ada dinamika internal. Terlebih kali ini untuk mengusung kader partai sebagai bakal capres yang tentunya merupakan keputusan sangat penting dan strategis.
"Tapi begitu diputuskan akhirnya sepakat," sambung Agung.
Menurutnya yang lebih penting, dinamika internal tersebut jangan sampai menpengaruhi kekompakan partai. Bila itu terjadi, maka sudah bisa dipastikan Golkar akan kembali gagal dalam pemilihan presiden 2014.
"Pengalaman kita selama ini begitu," imbuh mantan Ketua DPR ini.
Pria yang kini menjabat sebagai Menko Kesra ini menegaskan, Ical sudah dipastikan mendapat dukungan dari 2/3 anggota DPD Golkar. Soal suara dari DPD II yang menolak, Agung tak mau terlalu menanggapinya sebab pemilik hak suara dalam Rapimsus Partai Golkar adalah jajaran DPD I.
"Soal beda-beda pendapat mungkin saja, tapi nanti biasanya perbedaan pendapat selalu muncul dan diselesaikan di Rapimnasus. Yang penting diselesaikan di Rapimnasus karena di situ ada forum, kalau nggak ada malah lebih liar," jelasnya.
Sebelumnya pencapresan Ical lewat metode survei ditentang sejumlah petinggi Golkar. Selain itu, ada sejumlah anggota DPD II Golkar yang menentang Ical.
(mad/lh)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar