Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono menuturkan rapat elit
Golkar tanggal 27 April akan membahas mekanisme pencapresan dalam
Rapimnasus. Metode konvensi capres sudah dipastikan tak masuk pilihan.
Metode konvensi dipandang tidak optimal. Karena dua kali konvensi capres
tidak mampu membawa capres Golkar memenangkan pilpres.
"Kalau untuk kovensi dari awal sudah ditiadakan. Dari sejak permulaan
kepengurusan Pak Aburizal Bakrie, untuk penetapan capres berdasarkan
yang sudah-sudah di mana konvensi tidak berhasil dua kali," kata Agung
kepada detikcom, Selasa (24/3/2012).
Di samping itu, metode konvensi juga dipandang marak money politics.
Karena kemudian disepakati dilakukan survei. Hanya mekanisme surveinya
seperti apa akan dibahas dalam rapat harian DPP Golkar tanggal 27 mendatang.
"Makin menggilanya sistem money politics dianggap sistem itu sudah tidak
tepat. Sehingga survei dipakai sebagai halnya di daerah, Pilkada
Gubernur, Wakil Gubernur. Hasil survei hanya alat bantu, keputusannya
apapun caranya tetap ada di semua komponen Golkar,"katanya.
Mekanisme survei sendiri, akan di-clear-kan dalam rapat elit Golkar.
Agar semua komponen Golkar mendukung penuh siapapun capres yang
diputuskan Rapimnasus Golkar.
"Yang diinginkan Pak Akbar Tandjung mekanismenya yang sesuai dengan yang
ditetapkan. Yang menyatakan menyatakan minat capres Pak JK nanti kan
dibahas secara terbuka. Hanya saya harapkan sebagai senior di Golkar
jangan ada perepcahan disitu, kalau ada perpecahan, siapapun capresnya
akan berat," tandasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar